Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 303,7 Juta hingga Oktober 2027, Lintas Bogor Terpadat

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bogor menjadi jalur dengan volume pengguna terbanyak, yakni mencapai 14.397.686 orang hingga Oktober 2026.

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 303,7 Juta hingga Oktober 2027, Lintas Bogor Terpadat. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—KAI Commuter mencatat jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai 303.792.024 orang sepanjang Januari–Oktober 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada Oktober 2026 tercatat sebanyak 32.312.018 orang. Jumlah tersebut meningkat 1,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 31.776.933 orang.

Baca Juga:
Kemenhub Catat 1.088 Gerbong KRL Berusia di Atas 30 Tahun

Berdasarkan lintas pelayanan, Bogor menjadi jalur dengan volume pengguna terbanyak, yakni mencapai 14.397.686 orang hingga Oktober 2026.

Karina menjelaskan, kepadatan tertinggi di lintas Bogor terjadi pada jam sibuk pagi dan sore. Pada pagi hari, tingkat okupansi tertinggi mencapai 170 persen pada pukul 05.30-06.30 WIB. Sementara pada sore hari, okupansi tertinggi mencapai 173 persen pada pukul 17.00-18.00 WIB.

Baca Juga:
Gerbong Makin Sesak, Kemenhub Minta KAI Kebut Pengadaan 8 Rangkaian KRL Baru

“Terus meningkatnya volume pengguna ini menunjukkan peran strategis Commuter Line dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek,” jelas Karina.

Dia mengatakan peningkatan jumlah pengguna juga berdampak terhadap berbagai profesi, baik formal maupun informal, karena biaya transportasi yang terjangkau. Mobilitas pengguna Commuter Line umumnya berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Baca Juga:
Pengguna KRL Jabodetabek Tembus 349,31 Juta pada 2025

Pertumbuhan pengguna juga didukung integrasi dan konektivitas Commuter Line dengan moda transportasi lainnya. Layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta tercatat melayani 1.976.086 pengguna sepanjang Januari-Oktober 2026, meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Commuter Line Merak yang melayani wilayah aglomerasi Banten mencatat 4.036.059 pengguna selama Januari-Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.654.681 pengguna.

Karina menambahkan, peningkatan volume pengguna menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang efisien dan aman.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, KAI Commuter terus melakukan peningkatan kapasitas angkut Commuter Line Jabodetabek. Salah satunya melalui perpanjangan peron Stasiun Bogor agar dapat melayani KRL dengan formasi 12 kereta (SF12).

Selain itu, perusahaan juga terus mengupayakan percepatan proses pengadaan sarana KRL.

KAI Commuter pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang telah menjadikan Commuter Line sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna.

“KAI Commuter akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pada Commuter Line melalui peningkatan operasional, fasilitas layanan dan percepatan pengadaan sarana KRL,” tambahnya.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Senggol Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Ragukan Jokowi Hadir Sidang Besok: Ada Apa?
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Daftar Petinggi Polri Terseret Kasus Penyadapan LSP Dibeberkan Selamat Ginting: Belasan Jenderal Akan Jadi TSK
• 19 menit laludisway.id
thumb
Bulog Punya 4,6 Juta Ton Beras, Bagaimana Kualitasnya?
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketegangan Timur Tengah Buat Piala Asia Resmi Ditunda, Australia Tetap Berangkat Lawan Qatar dan Yordania
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Belum ada Pertanggungjawaban Sejak Mei, Betrand Peto Somasi Tim Kameramen Sarwendah
• 22 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.