Presiden ke-7 RI Joko Widodo hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait ijazah palsu dengan terdakwa mantan Menpora Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).
Di tengah persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) awalnya maju menyerahkan berkas-berkas ijazah milik Jokowi kepada majelis hakim untuk diperiksa.
Jokowi, Roy Suryo, dan kuasa hukumnya juga turut maju ke meja hakim untuk divalidasi mengenai ijazah.
Setelahnya, Jokowi meminta izin kepada hakim untuk menunjukkan ijazah SD, SMP, SMA, hingga S1 miliknya kepada publik dan awak media yang hadir di ruang sidang.
Ia kemudian berbalik menghadap pengunjung sidang dan mengangkat ijazahnya tinggi-tinggi satu per satu, mulai dari ijazah SD hingga ijazah sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Roy Suryo yang berdiri di sebelahnya tampak tertawa sambil melihat apa yang dilakukan Jokowi.
Usai persidangan, Roy justru menyebut ijazah yang diangkat Jokowi itu palsu. Ia mengaku tertawa saat melihat dokumen tersebut karena menilai ada perbedaan dengan ijazah Jokowi yang ia ketahui.
"Saya tadi tertawa dan langsung menyampaikan dengan kata-kata palsu," kata Roy kepada wartawan.
Roy menyoroti bagian bawah ijazah yang menurutnya memiliki lubang atau kerusakan. Ia menganggap itu adalah ijazah yang berbeda.
"15 Desember itu ijazahnya rapi, tidak ada rusak di bawah, tidak ada apa, lubang-lubang di bawah. Itu tadi jelas betul ijazahnya berbeda. Dan saya sudah memegang ijazah itu," terangnya.
Selain soal fisik, Roy juga mempertanyakan keberadaan emboss dan watermark (tanda timbul dan tanda air) pada ijazahnya. Ia mengaku ada perbedaan dan kejanggalan dari kedua tanda tersebut.
"Yang dikatakan ada emboss, ada enggak? Enggak ada. Tapi kalau watermark-nya memang diupayakan, tapi watermark-nya pun berbeda,” ucap Roy.
Ia pun dengan tegas menyebut akan melawan jika Jokowi melakukan kebohongan terkait ijazahnya.
"Tapi kalau itu memang dia melakukan kebohongan, melakukan hal yang tidak benar, maka saya satu aja supaya cepat ya. Saya akan lawan!" tandasnya.





