Jakarta, VIVA - Irjen Pol Slamet Uliandi menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Perwira tinggi Polri ini ternyata pernah menjemput Ferdy Sambo saat ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.
Kini, menghadapi proses hukum dalam perkara berbeda, yaitu kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Slamet sendiri merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan teknologi informasi. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri.
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Prabowo
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Slamet Uliandi sebagai tersangka pada Kamis, 5 November 2026. Status tersebut diberikan setelah Slamet diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menjelaskan bahwa peningkatan status Slamet didasarkan pada hasil gelar perkara. Penyidik menemukan dugaan adanya unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh perwira tinggi tersebut.
Penetapan Slamet membuat jumlah tersangka dalam perkara ini menjadi empat orang. Tiga tersangka lainnya adalah Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.
Ketiga tersangka sebelumnya telah menjalani penahanan di Mako Brimob. Adapun Slamet belum ditahan karena masih menjalani pemulihan kesehatan setelah mengalami stroke.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penyidik untuk belum melakukan penahanan terhadap Slamet. Meski demikian, penanganan perkara tetap berlanjut sesuai proses hukum yang berlaku.
Sosok dan Rekam Jejak Irjen Slamet UliandiSlamet Uliandi lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971. Ia menempuh pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian dan menyelesaikan pendidikan tersebut pada 1994. Setelah lulus Akpol, Slamet menjalani berbagai penugasan di lingkungan Polri. Pengalamannya mencakup bidang reserse, operasional kepolisian, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang tugas penegakan hukum.
Kombinasi pengalaman di bidang penyidikan dan teknologi menjadi bekal bagi Slamet untuk menduduki sejumlah posisi strategis. Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.





