Jakarta, tvOnenews.com - Iklim investasi di Kota Bekasi menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi mencatat, realisasi investasi di wilayah tersebut telah menyentuh angka Rp9,7 triliun, atau sekitar 81% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp12,2 triliun.
Secara sektoral, industri masih menempati posisi puncak sebagai penyumbang investasi terbesar.
Namun, sektor properti menempati urutan kedua, diikuti oleh sektor telekomunikasi, perdagangan, dan jasa.
Pertumbuhan investasi ini secara langsung memicu peningkatan permintaan terhadap kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi di Kota Bekasi.
Perkembangan ekonomi ini turut memicu pengembangan kawasan-kawasan terpadu. Salah satu area yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas komersial signifikan adalah kawasan Summarecon Bekasi.
Pertumbuhan ini didorong oleh keberadaan captive market yang cukup besar, yang berasal dari ribuan penghuni residensial di 13 klaster hunian, serta populasi aktif dari pusat pendidikan seperti BINUS University, Sekolah Islam Al Azhar, hingga BPK Penabur.
Dalam merespons tingginya kebutuhan akan ruang usaha di kawasan tersebut, pengembang meluncurkan proyek komersial terbaru bernama Jade Boulevard yang berlokasi di Bulevar Utara.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, menyatakan bahwa penambahan fasilitas ini merupakan respons terhadap dinamika pertumbuhan bisnis di Bekasi.
"Kehadiran Jade Boulevard merupakan bagian dari komitmen Summarecon Bekasi dalam menghadirkan properti komersial berkualitas yang mengutamakan desain, fungsionalitas, dan nilai strategis bagi pengembangan bisnis," ujar Magdalena dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/11).
Proyek yang baru saja diluncurkan pada 4 November 2026 ini menawarkan unit ruko dengan desain modern dan ceiling tinggi untuk mendukung fleksibilitas ruang usaha.
Berada di jalur utama dengan lebar jalan 30 meter, unit-unit tersebut dirancang untuk memiliki visibilitas tinggi bagi para pelaku usaha.
Saat ini, proyek tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp4,5 miliaran, dengan estimasi masa konstruksi selama 12 bulan.
Pertumbuhan kawasan komersial seperti ini mencerminkan optimisme pelaku bisnis terhadap masa depan Kota Bekasi sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, baik dari sisi hunian maupun pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat luas. (dpi)




