Jakarta, CNBC Indonesia - MSCI sebentar lagi akna mengumumkan rebalancing Indeks MSCI periode November 2026. Pengumuman dijadwalkan rilis pada 11 November 2026 waktu Eropa Tengah atau 12 November 2026 pukul 05.00 WIB.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa otoritas bursa saat ini memprioritaskan perbaikan transparansi, likuiditas, dan pengawasan pasar menjelang rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Seperti dietahui, isu evaluasi dan potensi reklasifikasi ini turut memberi pengaruh pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta memicu keputusan investor asing di pasar modal Indonesia. Namun, Jefferey enggan berkometar terkait potensi dana asing yang bisa saja keluar dari bursa RI.
"Kita lihat aja nanti," ujarnya saat ditemui di gedung BEI JAkarta, dikutip Jumat (6/11/2026).
Jeffrey menjelaskan, aspek pertama yang menjadi fokus BEI saat ini adalah peningkatan transparansi, termasuk kualitasnya. Ia menyebut publikasi terakhir kepemilikan saham di atas 1% kini telah dilengkapi dengan informasi mengenai pihak terafiliasi. Menurutnya, langkah tersebut akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas transparansi pasar modal Indonesia.
Lemudian, lanjutnya, aspek berikutnya adalah likuiditas, yang menurut Jeffrey sudah mulai direformasi. Sementara aspek terakhir adalah pengawasan. Namun, Jeffrey tidak merinci bentuk langkah yang diambil pada kedua aspek tersebut.
Sebagai informasi investor asing membukukan net sell Rp10,24 triliun sepanjang Oktober 2026, berbalik dari Agustus 2026 yang mencatat net buy Rp1,19 triliun. Di tengah tekanan tersebut, ketahanan likuiditas pasar domestik dinilai masih terkelola. Rata-rata bid-ask spread berada di kisaran 1,2% dan relatif stabil.
(rob/rob)




