Nasib Dana Asing di Bursa RI Menanti MSCI, Ini Kata Bos BEI

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - MSCI sebentar lagi akna mengumumkan rebalancing Indeks MSCI periode November 2026. Pengumuman dijadwalkan rilis pada 11 November 2026 waktu Eropa Tengah atau 12 November 2026 pukul 05.00 WIB.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa otoritas bursa saat ini memprioritaskan perbaikan transparansi, likuiditas, dan pengawasan pasar menjelang rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Seperti dietahui, isu evaluasi dan potensi reklasifikasi ini turut memberi pengaruh pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta memicu keputusan investor asing di pasar modal Indonesia. Namun, Jefferey enggan berkometar terkait potensi dana asing yang bisa saja keluar dari bursa RI.

"Kita lihat aja nanti," ujarnya saat ditemui di gedung BEI JAkarta, dikutip Jumat (6/11/2026).

Baca: Bukan MSCI, Ekonom Nilai Masalah Ini Lebih Berbahaya untuk Rupiah


Jeffrey menjelaskan, aspek pertama yang menjadi fokus BEI saat ini adalah peningkatan transparansi, termasuk kualitasnya. Ia menyebut publikasi terakhir kepemilikan saham di atas 1% kini telah dilengkapi dengan informasi mengenai pihak terafiliasi. Menurutnya, langkah tersebut akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas transparansi pasar modal Indonesia.

Lemudian, lanjutnya, aspek berikutnya adalah likuiditas, yang menurut Jeffrey sudah mulai direformasi. Sementara aspek terakhir adalah pengawasan. Namun, Jeffrey tidak merinci bentuk langkah yang diambil pada kedua aspek tersebut.

Sebagai informasi investor asing membukukan net sell Rp10,24 triliun sepanjang Oktober 2026, berbalik dari Agustus 2026 yang mencatat net buy Rp1,19 triliun. Di tengah tekanan tersebut, ketahanan likuiditas pasar domestik dinilai masih terkelola. Rata-rata bid-ask spread berada di kisaran 1,2% dan relatif stabil.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Asing Terus Keluar Efek MSCI, IHSG Lanjut Melemah ke 5.200-an

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pidato Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 2026 dari Menteri Sosial
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Mengisi Daya, Berbagi Cerita saat Komisaris Independen PLN Menyapa Pelanggan di SPKLU Cambridge Medan
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Bukan Cuma Mengejar Box Office, Luna Maya Ungkap Alasan Tertarik Jadi Executive Producer Film Desember Jani
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Police Chief Stressed Ilegal-Tapping Case Is Purely Law Enforcement
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal MotoGP Qatar 2026 Berubah, Bergeser di Jam Berikut
• 37 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.