Grid.ID - Kepergian Julia dari rumah tanpa pamit membuat hubungan di dalam keluarganya semakin rumit. Apalagi, sang adik, Jani, mengetahui alasan di balik kepergian kakaknya, tetapi belum berani mengungkapkannya kepada sang ibu.
Konflik keluarga tersebut menjadi cerita utama dalam film Desember Jani. Film ini mengikuti kehidupan empat perempuan dari tiga generasi, yaitu Oma, mama Winnie, Julia, dan Jani yang tinggal dalam satu rumah.
Sudah sepuluh hari sejak Julia pergi, Jani masih berharap kakaknya segera pulang. Ia tahu bahwa ibunya, Winnie, menjadi penyebab Julia meninggalkan rumah, tetapi memilih menyimpan hal tersebut sendirian.
Sementara itu, Winnie justru semakin sibuk bekerja untuk menutupi rasa bersalahnya. Hubungannya dengan anak-anak pun semakin renggang, hingga Jani hanya bisa mengandalkan Oma untuk menghiburnya.
Meski begitu, Jani ternyata masih diam-diam berhubungan dengan Julia. Selama empat hari di bulan Desember, ia harus menentukan pilihan antara terus diam demi kakaknya atau akhirnya membicarakan persoalan tersebut kepada sang ibu.
Lewat cerita ini, Desember Jani memperlihatkan bahwa konflik keluarga tidak selalu muncul karena persoalan besar. Terkadang, perasaan yang dipendam dan hal-hal yang tidak sempat dibicarakan justru membuat hubungan orang-orang terdekat semakin jauh.
Sutradara Ariani Darmawan mengatakan bahwa cerita film ini bukan hanya tentang sebuah keluarga yang menunggu salah satu anggotanya pulang. Ada banyak perasaan yang muncul selama masa penantian tersebut dan membuat setiap anggota keluarga perlahan saling terhubung.
“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain,” ujar Ariani ditemui di Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (5/11/2026).
Menurut Ariani, setiap karakter dalam film ini juga memiliki luka dan persoalan masing-masing. Bahkan, karakter yang masih berusia paling kecil pun digambarkan mempunyai perasaan yang perlu dipahami.
“Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” lanjut Ariana.
Desember Jani menjadi debut film panjang Ariani Darmawan sebagai sutradara setelah sebelumnya menggarap film pendek dan dokumenter. Film ini juga menandai kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar setelah hiatus, dengan memerankan Winnie, seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga.
Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Dibintangi Sigi Wimala sebagai mama Winnie, Tutie Kirana sebagai Oma, Hyori Mika sebagai Julia, dan Chempa Puteri sebagai Jani. Film Desember Jani telah melangsungkan world premiere di Tokyo International Film Festival ke-39 hingga meraih Special Mention di kompetisi Asian Future.(*)
Artikel Asli




