Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka melemah 74,43 poin atau 1,48 persen ke posisi 4.955,83. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7,39 poin atau 1,44 persen ke posisi 506,25.
"IHSG masih ada peluang lanjut ke resistance terdekat 5.072 atau 5.129 dan 5.143. Selain itu antisipasi jika koreksi, IHSG kembali menguji support terdekat 4.980 atau 4.907 atau 4.824. Investor disarankan tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi sinyal yang jelas," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat
Dari mancanegara, Liza mengatakan kemenangan Partai Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan House of Representatives diperkirakan akan membawa perubahan arah kebijakan Amerika Serikat (AS), khususnya melalui dorongan regulasi lebih ketat terhadap pusat data dan infrastruktur AI.
Sementara itu, pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 75 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan berikutnya.
"Ekspektasi tersebut didukung ketahanan sejumlah indikator ekonomi, meskipun investor masih menunggu laporan ketenagakerjaan AS untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi pasar tenaga kerja," ujar Liza.
Liza melanjutkan perhatian pelaku pasar tertuju pada peluang penyelesaian diplomatik konflik antara AS dengan Iran setelah kemenangan Partai Demokrat memunculkan harapan terhadap pendekatan yang lebih diplomatis.
Teheran tengah meninjau proposal yang disampaikan melalui mediator regional, meskipun kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai persyaratannya.
Sementara, risiko keamanan pelayaran di Teluk Persia juga masih tinggi, dengan sedikitnya lima insiden terkait kapal dilaporkan sejak Minggu (1/11/2026).
"Meski ekspor minyak mentah kawasan Teluk mulai mendekati level sebelum perang, ancaman terhadap jalur perdagangan dan kenaikan biaya transportasi masih menjadi risiko," ujar Liza.
Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2026, meningkat dari 5,29 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama yang berkontribusi 82,78 persen terhadap PDB.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen (yoy), didukung peningkatan aktivitas restoran, hotel, dan transportasi, sementara investasi (PMTB) naik 6,06 persen (yoy), terutama ditopang pertumbuhan investasi kendaraan sebesar 12,96 persen.
Kemudian, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) seiring peningkatan belanja pegawai ASN serta realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Meski demikian, sumber pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9-5,7 persen sepanjang 2026. Untuk menjaga momentum itu, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah.
"Dukungan stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku usaha, serta penguatan konsumsi dan investasi diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," ujar Liza.
Bursa Eropa mayoritas melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,29 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,43 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,43 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis menguat 0,34 persen.
Bursa Wall Street AS kompak melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 4,36 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 5,52 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 3,44 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 5,19 persen ke 57.908,86, indeks Shanghai melemah 1,10 persen ke 3.652,74, indeks Hang Seng melemah 0,40 persen ke 24.696,95, indeks Kospi melemah 3,53 persen ke 5.192,62, dan indeks Straits Times melemah 2,27 persen ke 5.173,99.
Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 74,43 poin ke posisi 4.955
Baca juga: IHSG ditutup menguat ditopang kombinasi sentimen domestik dan global
Baca juga: OJK: Investor pasar modal bertambah 1,38 juta pada Oktober 2026
IHSG dibuka melemah 74,43 poin atau 1,48 persen ke posisi 4.955,83. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 7,39 poin atau 1,44 persen ke posisi 506,25.
"IHSG masih ada peluang lanjut ke resistance terdekat 5.072 atau 5.129 dan 5.143. Selain itu antisipasi jika koreksi, IHSG kembali menguji support terdekat 4.980 atau 4.907 atau 4.824. Investor disarankan tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi sinyal yang jelas," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat
Dari mancanegara, Liza mengatakan kemenangan Partai Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan House of Representatives diperkirakan akan membawa perubahan arah kebijakan Amerika Serikat (AS), khususnya melalui dorongan regulasi lebih ketat terhadap pusat data dan infrastruktur AI.
Sementara itu, pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 75 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan berikutnya.
"Ekspektasi tersebut didukung ketahanan sejumlah indikator ekonomi, meskipun investor masih menunggu laporan ketenagakerjaan AS untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi pasar tenaga kerja," ujar Liza.
Liza melanjutkan perhatian pelaku pasar tertuju pada peluang penyelesaian diplomatik konflik antara AS dengan Iran setelah kemenangan Partai Demokrat memunculkan harapan terhadap pendekatan yang lebih diplomatis.
Teheran tengah meninjau proposal yang disampaikan melalui mediator regional, meskipun kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai persyaratannya.
Sementara, risiko keamanan pelayaran di Teluk Persia juga masih tinggi, dengan sedikitnya lima insiden terkait kapal dilaporkan sejak Minggu (1/11/2026).
"Meski ekspor minyak mentah kawasan Teluk mulai mendekati level sebelum perang, ancaman terhadap jalur perdagangan dan kenaikan biaya transportasi masih menjadi risiko," ujar Liza.
Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2026, meningkat dari 5,29 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama yang berkontribusi 82,78 persen terhadap PDB.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen (yoy), didukung peningkatan aktivitas restoran, hotel, dan transportasi, sementara investasi (PMTB) naik 6,06 persen (yoy), terutama ditopang pertumbuhan investasi kendaraan sebesar 12,96 persen.
Kemudian, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) seiring peningkatan belanja pegawai ASN serta realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Meski demikian, sumber pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9-5,7 persen sepanjang 2026. Untuk menjaga momentum itu, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah.
"Dukungan stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku usaha, serta penguatan konsumsi dan investasi diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," ujar Liza.
Bursa Eropa mayoritas melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,29 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,43 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,43 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis menguat 0,34 persen.
Bursa Wall Street AS kompak melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 4,36 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 5,52 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 3,44 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 5,19 persen ke 57.908,86, indeks Shanghai melemah 1,10 persen ke 3.652,74, indeks Hang Seng melemah 0,40 persen ke 24.696,95, indeks Kospi melemah 3,53 persen ke 5.192,62, dan indeks Straits Times melemah 2,27 persen ke 5.173,99.
Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 74,43 poin ke posisi 4.955
Baca juga: IHSG ditutup menguat ditopang kombinasi sentimen domestik dan global
Baca juga: OJK: Investor pasar modal bertambah 1,38 juta pada Oktober 2026





