Liputan6.com, Jakarta - Bencana longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, dan berdampak pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Terangun dan Putri Betung. Peristiwa ini menyebabkan putusnya sejumlah akses vital serta merenggut satu korban jiwa.
"Tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Terangun dan Putri Betung. Di mana akibat tanah longsor itu ada satu jiwa korban meninggal. Tentu kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga maupun seluruh warga yang mengalami terdampak tanah longsor ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam siaran pers melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Berdasarkan data dan laporan lapangan, korban meninggal dunia diketahui bernama Angelina, yang tertimpa material longsor pada Selasa (3/11/2026). Korban sempat dievakuasi setelah warga melakukan pencarian dan penggalian bersama, namun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dampak bencana ini juga memutus konektivitas darat antarwilayah. Jalur lintas utama yang menghubungkan Blangkejeren dengan Kutacane serta Blangkejeren dengan Blangpidie dilaporkan lumpuh total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Arus lalu lintas dari Gayo Lues menuju Aceh Barat Daya juga mengalami kemacetan total akibat terputusnya akses jalan.
Selain menutup akses jalan raya, terjangan longsor turut menghancurkan infrastruktur penyeberangan berupa ambruknya Jembatan Agusen Toa. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues saat ini berupaya melakukan asesmen serta koordinasi lintas instansi guna mempercepat pembukaan akses jalan dan jembatan yang bermasalah tersebut.




