JAKARTA - Parlemen Turki resmi meratifikasi Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi kerja sama militer ketiga negara, termasuk kemungkinan Ankara memberikan dukungan militer kepada Riyadh di tengah serangan milisi Houthi Yaman.
Dilansir dari trtworld, perjanjian itu disetujui dalam pemungutan suara di parlemen Turki pada Jumat (6/11/2026) pagi. Sebanyak 279 anggota parlemen menyatakan dukungan, sementara 119 lainnya menolak dari total 600 kursi parlemen.
Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah prinsip pertahanan kolektif. Artinya, serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam perjanjian.
Oktay juga memastikan Turki tidak akan terseret ke dalam konflik di luar kehendaknya sendiri. Menurut dia, pengerahan pasukan militer hanya dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan parlemen.




