jpnn.com - Pemerintah mempersilahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM menyelidiki kasus penembakan dalam bentrokan warga dengan aparat di Kabupaten Pidie, Aceh.
"Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa ini," kata Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra di Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).
BACA JUGA: Penembakan di Pidie Tewaskan Seorang Warga, 13 Luka-Luka, Yusril Angkat Bicara
Dia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, di ruang VIP bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri di Desa Pulo Keunari Kabupaten Pidie dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memicu bentrokan dengan masyarakat setempat, Rabu (4/11).
BACA JUGA: 8 Polisi di Karawang Ditangkap Polda Jabar, Termasuk Kompol Awa
Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada, serta enam personel TNI juga mengalami luka-luka.
Menko Yusril menyampaikan kasus peristiwa tersebut bakal terus dilakukan investigasi, dan langkah ini diharapkan bisa mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi.
BACA JUGA: Momen Jokowi Menunjukkan Ijazah, Roy Suryo Tertawa, Ada Kata Palsu
Hingga kini, meskipun insiden itu disebut penembakan, tetapi masih perlu diketahui apakah benar terjadinya penembakan.
"Lalu, ?apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya. Maka, ini perlu pendalaman dan penyelidikan. Kami maklum korban sudah dimakamkan dan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.
Namun, dia tidak menutup sama sekali upaya tersebut untuk mengungkapkan apa fakta yang sebenarnya terjadi.
Oleh karena itu, Yusril menyampaikan bahwa sudah berkomunikasi dengan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, terkait rencana ke Aceh pada Minggu guna melakukan penyelidikan bersama-sama Komnas HAM Perwakilan Aceh.
Kemudian, kepada Komnas HAM, Yusril berpesan agar dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan Pangdam IM saat menjalankan tugas-tugasnya.
"Kami menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Tapi, ketika berada di lapangan kami berharap tetaplah melakukan koordinasi sesama instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya," tutur Yusril.
Dalam kesempatan ini, Yusril menyampaikan bahwa pemerintah mengucapkan belasungkawa terhadap korban meninggal almarhum Abzalul Riza, serta 13 masyarakat yang mengalami luka-luka.
"Kami juga berharap keluarga Abzalul Riza yang wafat maupun keluarga yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit dapat tabah dan sabar menghadapi peristiwa ini," tutur Yusril Ihza Mahendra.(Ant/JPNN)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




