tvOnenews.com - Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, menyampaikan permintaan maaf karena tidak sempat membantu merapikan berkas ijazah Jokowi yang terjatuh di lantai ruang sidang. Momen tersebut menjadi sorotan publik setelah terjadi dalam Sidang Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026).
Permintaan maaf itu disampaikan Syarif melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @syrfxvii, pada Jumat (6/11/2026). Ia mengunggah foto Jokowi yang sedang membungkuk untuk mengambil dan merapikan dokumen pribadinya di tengah persidangan.
Dalam unggahan tersebut, Ajudan Jokowi mengakui dirinya kurang sigap membantu karena adanya aturan selama persidangan berlangsung. Ia juga menyebut bahwa membantu dan mendampingi Jokowi dengan baik sudah menjadi tanggung jawabnya.
Sebelumnya, momen Jokowi merapikan sendiri berkas ijazahnya di ruang sidang ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat Jokowi menghadiri sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di PN Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026).
Dalam persidangan tersebut, Jokowi menunjukkan empat ijazah aslinya kepada majelis hakim, jaksa, dan terdakwa. Dokumen yang diperlihatkan meliputi ijazah sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga ijazah sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah menunjukkan dokumen tersebut, sejumlah berkas yang berupa map berada di lantai ruang sidang. Jokowi kemudian membungkuk hingga berjongkok untuk mengambil dan merapikannya sendiri.
Momen tersebut menarik perhatian publik karena Jokowi terlihat membereskan dokumennya tanpa dibantu oleh ajudan yang mendampinginya. Video kejadian itu kemudian ramai dibagikan dan menjadi perbincangan di media sosial.
Menanggapi kejadian tersebut, Syarif Muhammad Fitriansyah memberikan penjelasan melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Jokowi karena tidak sempat membantu mengambil dan membereskan berkas yang berada di lantai.
“Mohon maaf Bapak, atas kelalaian saya yang kurang sigap membantu Bapak mengambil dan membereskan berkas-berkas di lantai dikarenakan aturan di dalam jalannya persidangan.”
Syarif juga mengakui bahwa dirinya seharusnya bisa lebih peka ketika mendampingi Jokowi, terutama dalam situasi seperti yang terjadi di ruang sidang tersebut.




