Presiden baru Paraguay Pedro Alliana berjanji mengganti seluruh kerugian nasabah Ueno Bank yang terdampak kolapsnya bank digital ini. Sebanyak 2,94 juta nasabah mengalami pembekuan dana setelah bank sentral mengambil alih pengawasan Ueno Bank akibat masalah kecukupan modal.
Alliana resmi dilantik sebagai Presiden Paraguay pada Jumat (6/11), menggantikan Santiago Peña yang dimakzulkan Kongres akibat krisis perbankan tersebut. Sebelumnya, Alliana menjabat sebagai wakil presiden.
"Saya datang untuk menyampaikan janji yang konkret: warga negara yang saat ini mengalami masa sulit akibat bencana keuangan ini akan mendapatkan ganti rugi sepenuhnya. Kami tidak akan membiarkan mereka sendirian," kata Alliana dalam pidato pelantikannya, Sabtu (7/11).
Dalam instruksi pertamanya sebagai presiden, Alliana memerintahkan regulator keuangan mempercepat skema pengembalian dana. Pemerintah akan memprioritaskan rekening masyarakat berpenghasilan rendah dan nasabah kecil yang paling terdampak pembekuan dana.
Alliana akan melanjutkan sisa masa jabatan pemerintahan periode 2023-2028. Ia kini menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan Paraguay sekaligus meredam protes nasabah.
Berdasarkan laporan Associated Press (AP), Ueno Bank memiliki sekitar 3 juta nasabah atau setara 60% populasi orang dewasa Paraguay. Bank ini juga mengelola dana publik sekitar US$ 800 juta hingga US$ 850 juta, termasuk sekitar US$ 380 juta milik dana pensiun dan kesehatan negara.
Bank sentral Paraguay mengambil alih pengelolaan Ueno Bank setelah rasio solvabilitasnya turun hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan undang-undang. Melalui mekanisme resolusi, regulator mengambil alih pengelolaan bank untuk menilai kondisi keuangan dan melindungi aset, termasuk dengan mengalihkan simpanan nasabah ke lembaga keuangan lain.
AP melaporkan, pengambilalihan tersebut membuat nasabah tidak dapat mengakses tabungan melalui aplikasi maupun melakukan transaksi. Sejumlah nasabah bahkan mendatangi kantor cabang Ueno Bank yang tutup untuk meminta kepastian mengenai simpanan mereka.
Sementara itu, Reuters melaporkan Ueno Bank mulai beroperasi pada 2021 dan berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial lokal menjadi salah satu bank komersial di Paraguay.
Bank tersebut mengklaim memiliki sekitar 3 juta nasabah dan mengelola sekitar US$ 850 juta dana publik, termasuk dana lembaga pemerintah dan badan yang berkaitan dengan pensiun.
Namun, ekspansi Ueno Bank belakangan menjadi sorotan regulator karena dugaan pemberian pinjaman berlebihan kepada perusahaan yang terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, Grupo Vázquez.
Bank sentral Paraguay kemudian turun tangan setelah menemukan Ueno Bank melanggar persyaratan minimum solvabilitas. Pemerintah menyatakan tengah mengupayakan pemindahan rekening nasabah ke lembaga keuangan lain untuk menjaga keamanan simpanan.
Krisis Ueno Bank Berujung Pemakzulan PresidenKolapsnya Ueno Bank tidak hanya berdampak terhadap nasabah, tetapi juga memicu krisis politik di Paraguay. Kongres memakzulkan Presiden Santiago Peña pada Jumat (6/11) melalui pemungutan suara Senat dengan hasil 44 suara setuju.
Dikutip dari Antara, Peña ditangkap di kediaman pribadinya di Asuncion beberapa menit setelah Senat menyatakan dirinya bersalah dan memberhentikannya dari jabatan presiden.
Kejaksaan meminta penahanan Peña atas dugaan konflik kepentingan, negosiasi ilegal, dan penggelapan dana terkait kolapsnya Ueno Bank.
Menurut Reuters, pemakzulan Peña berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dan intervensi dalam pengawasan Ueno Bank. Peña sebelumnya memiliki hubungan bisnis dengan Grupo Vázquez, perusahaan induk yang menaungi bank tersebut. Ia menyatakan telah menjual kepemilikannya pada Maret 2025.
Peña membantah telah melakukan pelanggaran dan menyebut persoalan Ueno Bank sebagai masalah regulasi yang seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum.
Reuters juga melaporkan bahwa Kepala Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo sebelumnya pernah memimpin Ueno Bank sebelum ditunjuk Peña untuk memimpin bank sentral. Carvallo kemudian mengundurkan diri setelah regulator mengambil alih Ueno Bank.
Di sisi lain, pengembalian dana nasabah menjadi perhatian utama pemerintah. AP melaporkan dana penjaminan simpanan Paraguay menjamin simpanan hingga 228,3 juta guarani atau sekitar US$ 38.000 per nasabah. Berdasarkan perkiraan awal bank sentral, jaminan tersebut mencakup sekitar 97% nasabah Ueno Bank.
Namun, nasabah dengan saldo di atas batas penjaminan masih menghadapi ketidakpastian mengenai pengembalian seluruh simpanannya.
Kondisi tersebut membuat janji Alliana untuk mengganti seluruh kerugian nasabah menjadi perhatian dalam upaya pemerintah memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan Paraguay.




