Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan adanya ancaman serangan siber yang masih berlangsung terhadap sistem pendingin industri.
Pemerintah meminta setiap organisasi yang bergantung pada fasilitas penyimpanan dingin untuk mewaspadai kemungkinan menjadi target peretas. Peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi pada Kamis (5/11).
Langkah ini menyusul rangkaian serangan siber menargetkan lemari pendingin di Eropa. Dalam pernyataan resminya, pemerintah AS menyebut pelaku kejahatan siber yang belum teridentifikasi tengah menyasar celah keamanan pada kontrol suhu elektronik dan sistem pendingin komersial yang terhubung ke internet. Perangkat tersebut digunakan di toko ritel bahan makanan dan fasilitas penyimpanan dingin.
Meski tidak mengungkapkan banyak detail mengenai identitas para peretas, pemerintah AS mengindikasikan bahwa ancaman terhadap fasilitas penyimpanan dingin komersial masih berlangsung.
“Jika berhasil dieksploitasi, para pelaku dapat mengubah suhu dan berpotensi menimbulkan dampak fisik, seperti risiko kebakaran, hilangnya persediaan barang, serta perubahan masa pakai sistem,” demikian bunyi pernyataan yang juga diterbitkan FBI, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), serta departemen kesehatan, transportasi, dan pertanian AS.
Dilansir Reuters, Pelaksana Tugas Wakil Direktur Eksekutif CISA untuk bidang keamanan siber, Chris Butera, mengatakan setiap organisasi yang mengandalkan sistem pendingin dan pemantauan harus menganggap dirinya berpotensi menjadi target.
Sementara itu, Direktur Operasi Cabang Siber FBI, Brett Leatherman, menyebut pemerintah menemukan bahwa sistem-sistem tersebut menjadi sasaran di berbagai sektor infrastruktur penting di seluruh dunia. Pemerintah AS juga mendesak operator sistem kontrol pendingin industri untuk memutus koneksi perangkat dari internet publik, memisahkannya dari jaringan perusahaan, serta segera memasang pembaruan perangkat lunak.
Serangkaian Peretasan Sistem Pendingin di AS dan EropaSedikitnya tiga gelombang peretasan telah menyasar lemari pendingin dan freezer komersial dalam beberapa bulan terakhir.
Penyelidik Pentagon tengah menyelidiki sejumlah gangguan misterius pada unit pendingin toko bahan makanan di pangkalan militer AS pada Agustus lalu. Informasi terbaru menyebut bahwa penyelidik menduga gangguan tersebut merupakan serangan siber.
Bulan lalu, serangan besar terhadap sistem pendingin terjadi di Prancis, menyebabkan kerugian puluhan juta euro. Gelombang peretasan berikutnya terjadi pada Senin (2/11) dan berdampak pada lebih dari 100 toko di berbagai negara Eropa.
Rangkaian insiden tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemampuan peretas untuk mengendalikan lemari pendingin dan perangkat penting lainnya dari jarak jauh.





