Bawaslu Dorong Semangat Pemilu 1955 Jadi Landasan Mewujudkan Demokrasi Indonesia yang Beradab

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong penyelenggara pemilu menjadikan semangat Pemilu 1955 sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia yang berintegritas dan beradab.

Anggota Bawaslu Totok Heriyono menyampaikan harapan tersebut dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang digelar melalui kegiatan diskusi di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

"KPU dapat menjadikan semangat Pemilu 1955 sebagai pijakan membangun kualitas demokrasi Indonesia yang beradab di masa depan," kata Totok dalam sambutannya.

Ia menilai Pemilu 1955 merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah demokrasi Indonesia yang patut dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu saat ini.

Pemilu 1955 Jadi Inspirasi Penyelenggara Pemilu

Totok mengapresiasi langkah KPU yang menetapkan 7 November sebagai hari lahir lembaga penyelenggara pemilu tersebut berdasarkan penelusuran sejarah.

Ia mengatakan penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan Keputusan Presiden Tahun 1953 yang menjadi dasar pembentukan lembaga penyelenggara Pemilu 1955.

"Saya sangat bahagia di hari ini, KPU luar biasa tagline-nya mengawal suara rakyat, menjaga demokrasi. Dinamika untuk memilih tanggal 7 November ini tentu tidak main-main, apalagi spiritnya yang diambil Keputusan Presiden Tahun 1953 untuk mengawal Pemilu 1955," kata Totok.

Menurutnya, semangat demokrasi yang tercermin dalam penyelenggaraan Pemilu 1955 perlu terus dihidupkan untuk memperkuat kualitas pemilu di Indonesia.

" Tentunya kita berharap hari lahir KPU ini menjadi spirit baru, spirit yang baik untuk menegakkan semangat Pemilu '55 yang melahirkan pemimpin berwatak negarawan," tegasnya.

HUT ke-73 KPU Jadi Momentum Perbaikan Demokrasi

Totok yang hadir mewakili Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berharap peringatan hari lahir KPU dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola pemilu dan menciptakan iklim politik yang semakin matang.

Ia juga berharap hubungan kelembagaan antara KPU dan Bawaslu terus diperkuat demi menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.

"Kami berharap mulai 7 November ini, dengan hari lahirnya KPU, demokrasi di republik ini akan menjadi lebih beradab," harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan peringatan HUT ke-73 menjadi momentum refleksi sekaligus ajang silaturahmi antara jajaran KPU aktif dengan para senior dan mantan komisioner dari periode sebelumnya.

Peringatan perdana tersebut digelar melalui diskusi bertajuk refleksi perjalanan KPU dan demokrasi untuk memperkuat komitmen penyelenggara pemilu dalam menjaga demokrasi Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasto Ungkap PDIP Sudah Komunikasi dengan Fraksi Lain, Tindak lanjuti Putusan MA soal Gibran
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
ITS dan PLN dorong inovasi kendaraan listrik mahasiswa
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Bertambah, 53 Orang Tewas Dibom Rusia di Pusat Distribusi Bantuan Ukraina
• 15 jam laludetik.com
thumb
Doli Kurnia Bantah Terlibat Isu Munaslub Golkar 29 November
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Tito Raih Penghargaan
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.