Ketersediaan air pada awal musim hujan menjadi peluang untuk mempercepat penanaman dengan melibatkan petani.
IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan gerakan tanam padi serentak 3.000 hektare di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat realisasi luas tambah tanam (LTT) pada musim hujan 2026.
"Tanam serempak hari ini dari seluruh Indonesia. Target LTT nasional saat ini sekitar dua juta hektare, sedangkan realisasinya masih kurang dari 10 persen, sehingga percepatan penanaman perlu dilakukan seiring datangnya musim hujan," kata Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti, Sabtu (7/11/2026).
Dia menambahkan, ketersediaan air pada awal musim hujan menjadi peluang untuk mempercepat penanaman dengan melibatkan petani, penyuluh, serta seluruh pihak yang bekerja di lapangan.
Kementan memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi kegiatan karena daerah tersebut memiliki lahan optimalisasi lahan (opla), cetak sawah, serta kelembagaan Brigadir Pangan yang telah dibentuk untuk mendukung percepatan tanam.
"Lahan yang telah disiapkan untuk kegiatan tanam di Kuningan mencapai 20 hektare, sementara target gerakan tanam pada hari pelaksanaan sebanyak 3.000 hektare secara nasional," katanya.
Ia menjelaskan percepatan tanam diarahkan untuk mengoptimalkan lahan cetak sawah rakyat, yang sebagian konstruksinya telah selesai melalui operasionalisasi Brigadir Pangan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut, lanjut dia, perlu menyesuaikan karakteristik wilayah karena kondisi lahan di setiap daerah berbeda, terutama dari sisi bentang alam dan agroekosistem.
"Penyesuaian terkait dengan alsintan yang digunakan ini juga akan dilakukan tentu saja dengan melihat kondisi agroekosistem yang ada," katanya.
"Selain mempercepat penanaman, gerakan tersebut diharapkan dapat mengatur distribusi waktu panen agar produksi padi tersedia lebih merata sepanjang tahun," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)





