Istanbul (ANTARA) - Setidaknya satu orang tewas pada Sabtu (7/11), ketika banjir bandang menyebabkan sebuah jembatan runtuh di provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur, memutus jalur transportasi vital dan membuat sejumlah kawasan permukiman terisolasi.
Jembatan Al-Suwayiyah, yang terletak di timur Al-Bukamal, merupakan bagian dari rute yang menghubungkan kota tersebut dengan perbatasan Irak. Runtuhnya jembatan tersebut membuat warga tidak dapat melintas di antara kedua sisi.
Hisham Matar, kepala pertahanan sipil di Al-Bukamal, mengatakan kepada Anadolu bahwa banjir telah merendam banyak rumah dan jalan, sementara kerusakan pada jaringan listrik menyebabkan pemadaman listrik.
Dia menambahkan bahwa tim penyelamat terus bekerja tanpa henti untuk menilai kerusakan dan memantau ketinggian air.
Mohammed Bdewi menuturkan bahwa saudaranya, Hussein, sedang melintasi jembatan tersebut saat jembatan itu runtuh. Huseein saat itu dalam perjalanan pulang setelah mengantar saudara perempuannya ke desanya.
Bdewi menyatakan bahwa kelalaian menjadi salah satu faktor penyebab tragedi tersebut. Ia mendesak pihak berwenang untuk membangun jembatan permanen sebagai pengganti, alih-alih terus mengandalkan perbaikan sementara.
Hujan deras telah memicu banjir di beberapa provinsi di Suriah dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Deir ez-Zor, Latakia, dan Aleppo.
Di wilayah Bayirbucak, Latakia, banjir menyebabkan runtuhnya jembatan lain yang menghubungkan desa-desa di kedua sisi Sungai Al-Kabir al-Shamali.
Pihak berwenang provinsi menyatakan bahwa upaya perbaikan telah dimulai. Banjir juga melanda lahan pertanian dan kawasan permukiman di Afrin, sebelah utara Aleppo.
Menurut Kementerian Penanggulangan Darurat dan Bencana, hujan deras pada akhir Oktober lalu telah menewaskan tujuh warga sipil, termasuk lima anak-anak, di wilayah pedesaan Raqqa, Deir ez-Zor, dan Aleppo.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Hujan deras tewaskan empat orang di Suriah, Libya, dan Yordania
Baca juga: Suriah berencana pindahkan kementerian dari Damaskus karena Israel
Baca juga: Dinas Keamanan Suriah gagalkan serangan terhadap kilang minyak di Homs
Jembatan Al-Suwayiyah, yang terletak di timur Al-Bukamal, merupakan bagian dari rute yang menghubungkan kota tersebut dengan perbatasan Irak. Runtuhnya jembatan tersebut membuat warga tidak dapat melintas di antara kedua sisi.
Hisham Matar, kepala pertahanan sipil di Al-Bukamal, mengatakan kepada Anadolu bahwa banjir telah merendam banyak rumah dan jalan, sementara kerusakan pada jaringan listrik menyebabkan pemadaman listrik.
Dia menambahkan bahwa tim penyelamat terus bekerja tanpa henti untuk menilai kerusakan dan memantau ketinggian air.
Mohammed Bdewi menuturkan bahwa saudaranya, Hussein, sedang melintasi jembatan tersebut saat jembatan itu runtuh. Huseein saat itu dalam perjalanan pulang setelah mengantar saudara perempuannya ke desanya.
Bdewi menyatakan bahwa kelalaian menjadi salah satu faktor penyebab tragedi tersebut. Ia mendesak pihak berwenang untuk membangun jembatan permanen sebagai pengganti, alih-alih terus mengandalkan perbaikan sementara.
Hujan deras telah memicu banjir di beberapa provinsi di Suriah dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Deir ez-Zor, Latakia, dan Aleppo.
Di wilayah Bayirbucak, Latakia, banjir menyebabkan runtuhnya jembatan lain yang menghubungkan desa-desa di kedua sisi Sungai Al-Kabir al-Shamali.
Pihak berwenang provinsi menyatakan bahwa upaya perbaikan telah dimulai. Banjir juga melanda lahan pertanian dan kawasan permukiman di Afrin, sebelah utara Aleppo.
Menurut Kementerian Penanggulangan Darurat dan Bencana, hujan deras pada akhir Oktober lalu telah menewaskan tujuh warga sipil, termasuk lima anak-anak, di wilayah pedesaan Raqqa, Deir ez-Zor, dan Aleppo.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Hujan deras tewaskan empat orang di Suriah, Libya, dan Yordania
Baca juga: Suriah berencana pindahkan kementerian dari Damaskus karena Israel
Baca juga: Dinas Keamanan Suriah gagalkan serangan terhadap kilang minyak di Homs





