BLITAR, KOMPAS.TV - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku kadernya pernah menjadi korban dugaan penyadapan oleh Listyo Sigit. Peristiwa itu dialami saat pemilu 2024, ketika PDIP mengkritisi putusan Mahkamah Konstitusi.
Hal ini disampaikan Hasto saat ditemui di Blitar pada Sabtu (7/11/2026).
Hasto menyampaikan kadernya sempat didatangi oleh utusan dari Listyo Sigit untuk menekan sikap kritis kader partai. Namun Hasto tidak menyebut siapa sebenarnya dalang penyadapan tersebut, dia hanya menyerahkan seluruhnya pada proses hukum.
"Bahkan pernah juga ada utusan dari Kapolri saat itu, Pak Listyo Sigit, yang juga memberikan suatu tekanan-tekanan,” ujar Hasto.
Hasto menyebut tindakan penyadapan ilegal terhadap Presiden merupakan tindakan makar.
"Tetapi bagi PDI Perjuangan, ketika presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan saja itu juga dilakukan penyadapan, maka ini nyata-nyata merupakan suatu tindakan makar yang tidak boleh ditolerir," ujar Hasto.
Video Editor: Aqshal
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Theo-Reza
Sumber : Kompas TV
- pdip
- hasto
- penyadapan
- prabowo
- noads
- listyo sigit





