jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka kesempatan untuk berpartisipasi sebagai calon penyelenggara program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan 2027.
Kesempatan tersebut dibuka untuk seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia, khususnya lembaga yang belum pernah bermitra.
BACA JUGA: Bea Cukai Gandeng BPDP, Edukasi Pelajar SMA di Belitung dan Beltim Lewat Kegiatan Ini
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyatakan lembaganya berkomitmen memperluas jaringan kemitraan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program yang telah berjalan sejak 2015.
"Kami ingin dari Sabang sampai Merauke ada keterwakilan perguruan tinggi," ujar Alfansyah di Jakarta Pusat, baru-baru ini.
BACA JUGA: Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP Disiapkan Menjadi Generasi Masa Depan Perkebunan
Alfansyah menegaskan komitmen BPDP dalam mendorong kompetensi dan daya saing tenaga kerja perkebunan agar terserap optimal di berbagai lini industri.
"Kami berharap setiap peserta program pengembangan SDM terutama beasiswa bisa terserap di sektor perkebunan, pabrik, hingga industri hilir kelapa sawit," tuturnya.
BACA JUGA: BPDP Hadir di JIFHEX 2026, Kenalkan Inovasi Produk Turunan Sawit dan Kakao
Sebagai langkah awal, BPDP telah menyelenggarakan Sosialisasi Seleksi Lembaga Penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2027 secara komprehensif.
BPDP secara khusus mendorong perguruan tinggi baru dengan program studi relevan untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperluas jangkauan akses pendidikan bagi masyarakat.
Program pendidikan tersebut sebelumnya telah melibatkan 44 perguruan tinggi di berbagai wilayah dengan penerimaan sebanyak 5.000 mahasiswa baru penerima beasiswa pada 2026.
Proses seleksi itu terbuka bagi akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas yang menyelenggarakan pendidikan dari jenjang Diploma I hingga Strata 1 (S1).
Selain perguruan tinggi, BPDP turut membuka kesempatan bagi lembaga pelatihan yang mencakup tiga komoditas perkebunan utama, yakni kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Pendaftaran dan pengajuan proposal calon penyelenggara dibuka secara daring melalui aplikasi LENTERA BPDP pada laman lentera.bpdp.or.id mulai tanggal 9 hingga 30 November 2026. (rom/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... BPDP Ajak UMKM Perkebunan Rangkul Komunitas Teknologi Biar Naik Kelas
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




