JAKARTA, KOMPAS.TV – Analis Politik, Agung Baskoro, menilai kedekatan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan juga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, mengakibatkan terimbas residu politik.
Agung menyampaikan analisisnya tersebut dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, KompasTV, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, Partai Golkar, khususnya Bahlil, sangat loyal kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Jadi kalau ditanya loyalnya seperti apa Golkar, Pak Bahlil loyal sekali,” kata Agung.
Baca Juga: Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo: Saya pun Disadap Soalnya! | KOMPAS PETANG
“Cuma kan memang di masa silam beliau juga loyal juga dengan Pak Jokowi, yang dalam berapa waktu terakhir memang dalam tanda petik disebutkan berapa pihak bahwa punya kedekatan dengan Pak LSP selama menjabat sebagai Kapolri,” lanjutnya.
Kedekatan tersebut, menurut Agung, mengakibatkan Ketua Umum Partai Golkar ini terkena imbas residu politik.
“Jadi tarik-menarik ya dua patron ini, yang saya kira membuat Pak Bahlil terkena residu-residuhnya secara politik,” tegasnya.
“Ini yang harus diminimalkan, supaya loyalitas yang disampaikan ataupun yang ditunjukkan Golkar dan Pak Bahlil selama ini tidak terganggu gegara setitik nila ataupun dua titik nila yang memang dalam berapa waktu terakhir mengemuka.”
Jadi Korban PenyadapanSebelumnya, Bahlil merespons isu yang meyeret namanya dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo, sejumlah petinggi partai, politisi, media, hingga pengusaha.
Bahlil menegaskan dirinya tidak dibesarkan dengan nilai-nilai pengkhianatan.
"Saya dilahirkan dari negeri para raja-raja, tidak diajarkan untuk menjadi orang yang tidak setia dan atau pengkhianat, nggak ada itu," katanya dalam tayangan Kompas Siang, KompasTV, Sabtu (7/11/2026).
Menurut dia, mati di medan perang jauh lebih berharga dibanding menjadi pengkhianat.
Baca Juga: Bahlil Tantang Pihak Seret Namanya Terlibat Penyadapan Presiden: Buktikan atau Saya Somasi
Pernyataan Bahlil tersebut disampaikan setelah namanya ikut terseret dalam kabar adanya pertemuan ketua umum partai dengan sejumlah jenderal, tiga jam sebelum penangkapan tersangka penyadapan.
Ia memastikan dirinya tidak pernah menghadiri pertemuan tersebut. Bahlil menduga ada pihak-pihak yang ingin membangun persepsi bahwa ia terlibat dalam penyadapan presiden.
"Jangan uji nyali kita. Jadi ingin mereka membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan, gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," ujar Bahlil.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- penyadapan ilegal
- bahlil lahadalia
- bahlil
- penyadapan prabowo





