ECB Sebut Inflasi Akan Tetap Tinggi, Kebijakan Suku Bunga tak Berubah

metrotvnews.com
45 menit lalu
Cover Berita

Brusel: Inflasi di zona euro akan tetap tinggi selama beberapa kuartal mendatang. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengisyaratkan bahwa diperlukan perubahan signifikan untuk mencegah para pengambil kebijakan menaikkan suku bunga kembali pada Desember.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan hari Sabtu oleh surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, Lagarde mencatat bahwa meskipun tekanan harga diperkirakan akan terus berlanjut, dampak lanjutan inflasi (secondary inflation pass-through) sejauh ini masih berkembang sesuai dengan ekspektasi bank sentral.

"Kami tahu bahwa angka inflasi akan tetap tinggi dalam beberapa kuartal ke depan. Semakin tinggi angkanya, dan semakin lama bertahan di level tinggi, maka semakin besar pula risiko terhadap target jangka menengah kami," kata Lagarde dikutip dari Investing, Minggu, 8 November 2026.

Pernyataan ini menyusul keputusan ECB pada akhir Oktober untuk mempertahankan suku bunga deposito acuan di angka 2,50 persen. Namun, dengan inflasi umum di seluruh blok mata uang yang beranggotakan 21 negara tersebut mencapai dua kali lipat dari target dua persen yang ditetapkan bank sentral, para anggota Dewan Gubernur yang cenderung mendukung kebijakan ketat (hawkish) semakin mendesak dilakukannya pengetatan lebih lanjut. Menilai upah dan kondisi keuangan Meskipun inflasi inti tidak berubah pada Oktober di angka 2,5 persen, Lagarde mengindikasikan bahwa para pengambil kebijakan akan mencermati komponen-komponen secara mendetail sebelum memutuskan apakah akan menerapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan, yang akan menjadi kenaikan ketiga dalam siklus saat ini.

Yang terpenting, kepala ECB tersebut mencatat bahwa indikator upah sejauh ini belum memicu spiral kenaikan harga yang mengkhawatirkan. 

"Untuk saat ini, kami belum melihat dampak putaran kedua (second-round effects) di luar apa yang telah kami masukkan ke dalam proyeksi kami. Kami memantau dengan cermat indikator-indikator yang bersifat prospektif dan kami belum melihat bukti adanya perubahan," ujar Lagarde.

Baca Juga :

Tekanan Inflasi Meningkat, Bank Sentral Negara Berkembang Hawkish

(Ilustrasi. Foto: Freepik) Dilema pertumbuhan dan persaingan suksesi Tantangan utama yang dihadapi para pembuat kebijakan adalah apakah pengetatan lebih lanjut berisiko menggagalkan momentum ekonomi di seluruh kawasan euro. Kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan Desember akan mendorong biaya pinjaman ke batas atas kisaran kebijakan netral; melampaui titik tersebut, suku bunga akan secara aktif membatasi pertumbuhan.

Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah di seluruh dunia, yang dipicu oleh penerbitan utang korporasi dalam jumlah besar dan meningkatnya premi risiko negara, sebagaimana terlihat pada imbal hasil obligasi pemerintah Prancis (OAT) tenor 10 tahun, telah memberikan tekanan restriktif pada saluran kredit.

Terlepas dari berbagai faktor yang saling bertentangan tersebut, Lagarde menegaskan kembali bahwa arah kebijakan tetap condong ke arah pengetatan.

"Saya tidak bisa memastikan hari ini apakah kami pasti akan melakukan langkah tersebut pada bulan Desember. Yang saya tahu, berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, diperlukan perubahan yang signifikan agar arah kebijakan menjadi berbeda dari apa yang saya perkirakan," katanya.

Keputusan suku bunga yang akan datang ini bertepatan dengan transisi kepemimpinan dalam kebijakan moneter Eropa. Lagarde, 70 tahun, mengumumkan bulan lalu bahwa ia akan mengundurkan diri pada Februari 2027, sembilan bulan sebelum masa jabatannya resmi berakhir. 

Eurogroup mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa kepala bank sentral Belanda, Klaas Knot, dan mantan Gubernur Bank Spanyol, Pablo Hernández de Cos, telah muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tebar Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat saat Libur Nataru, Ini Detailnya
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Pemimpin Sekte di Kenya Divonis 200 Tahun Bui Atas Pembunuhan 190 Anak
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sudah 5 Tahun, Harga Bekas Motor Ini Masih Mahal
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
PERADI Profesional tegaskan advokat harus hadir bela keadilan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Duga Ada Pertarungan Elite Usai Penyadapan Presiden Terungkap: Perkeruh Internal Golkar
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.