Mau Liburan ke Luar Negeri? Ini Alasan Kartu SIM Indonesia Sebaiknya Tetap Aktif

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.id – Saat bepergian ke luar negeri, sebagian wisatawan memilih mengganti kartu SIM Indonesia dengan kartu SIM lokal untuk mendapatkan paket internet yang lebih terjangkau.

Kartu SIM Indonesia yang biasa digunakan sehari-hari pun dilepas dan disimpan sementara selama perjalanan.

Namun, kebiasaan tersebut ternyata memiliki sejumlah risiko yang kerap luput dari perhatian.

Pendiri BazTel, penyedia layanan travel eSIM, Peter Basil, mengatakan bahwa banyak wisatawan lebih fokus mencari paket internet murah tanpa mempertimbangkan pentingnya menjaga nomor telepon utama tetap aktif.

Padahal, nomor Indonesia masih dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan penting, terutama yang memerlukan kode verifikasi melalui SMS.

"Wisatawan terkadang sibuk mencari paket data termurah, lalu lupa bahwa nomor di HP mereka adalah kunci ke semua informasi pribadi," ujarnya.

Lantas, apa saja risiko yang bisa terjadi jika kartu SIM Indonesia dilepas saat bepergian ke luar negeri? Berikut penjelasannya.

  1. Kesulitan menerima kode OTP

Sejumlah layanan perbankan dan keuangan digital menggunakan kode one-time password (OTP) yang dikirim melalui SMS sebagai metode verifikasi.

Jika kartu SIM Indonesia dilepas, pengguna tidak dapat langsung menerima kode tersebut.

Akibatnya, transaksi seperti pembayaran hotel atau transfer uang berpotensi terhambat.

  1. Kendala verifikasi WhatsApp

Menggunakan kartu SIM lokal sebenarnya tidak otomatis mengubah nomor WhatsApp yang telah terdaftar.

Namun, kendala bisa muncul apabila aplikasi meminta verifikasi ulang melalui SMS.

Tanpa kartu SIM Indonesia, pengguna berisiko kesulitan menerima kode verifikasi untuk mengakses akunnya.

  1. Nomor berisiko hangus

Melepas kartu SIM tidak secara langsung menyebabkan nomor menjadi hangus.

Namun, pengguna mungkin tidak menyadari bahwa masa aktif kartunya telah berakhir selama berada di luar negeri.

Pada kartu prabayar, nomor yang melewati masa aktif biasanya memasuki masa tenggang sekitar 30 hari, tergantung kebijakan operator.

Jika dibiarkan, nomor berisiko dinonaktifkan dan proses pengaktifan kembali dapat membutuhkan verifikasi NIK serta Kartu Keluarga (KK).

Cara menjaga nomor Indonesia tetap aktif

Untuk menghindari kendala tersebut, wisatawan dapat menggunakan kartu SIM Indonesia untuk kebutuhan telepon dan SMS, sementara akses internet memanfaatkan travel eSIM.

Berbeda dengan kartu SIM fisik, eSIM merupakan kartu SIM digital yang sudah tertanam di dalam perangkat sehingga pengguna tidak perlu memasang atau mengganti kartu secara manual.

Dengan teknologi ini, wisatawan dapat menggunakan travel eSIM untuk mengakses internet, sementara kartu SIM Indonesia tetap aktif untuk menerima telepon dan SMS.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum bepergian. Berikut daftarnya.

  1. Pastikan ponsel mendukung eSIM. Pengecekan dapat dilakukan dengan mengetik *#06# pada aplikasi telepon. Jika muncul nomor EID, ponsel umumnya mendukung eSIM.
  2. Perpanjang masa aktif nomor Indonesia. Pastikan masa aktif mencukupi hingga beberapa minggu setelah kepulangan.
  3. Pasang eSIM sebelum berangkat. Layanan BazTel menyediakan pemasangan tanpa memindai kode QR, dengan masa berlaku yang dimulai saat terhubung ke jaringan negara tujuan.
  4. Atur penggunaan data seluler. Gunakan eSIM untuk internet dan matikan data roaming pada kartu Indonesia agar tidak menambah biaya.
  5. Pastikan layanan SMS tetap aktif. Periksa layanan roaming operator agar kode verifikasi tetap dapat diterima.

Sesuaikan kuota dengan kebutuhan

Selain memastikan kartu SIM Indonesia tetap aktif, wisatawan juga perlu memperhatikan kebutuhan kuota internet selama perjalanan.

Pasalnya, kebutuhan internet setiap orang bisa berbeda, tergantung aktivitas dan lama waktu bepergian.

Sebagai gambaran, aktivitas ringan seperti berkirim pesan dan menggunakan Google Maps membutuhkan sekitar 0,5–1 GB per hari.

Untuk penggunaan media sosial, kebutuhan kuota bisa mencapai 1–2 GB per hari.

Sementara itu, paket unlimited dapat dipertimbangkan untuk panggilan video atau berbagi hotspot, dengan tetap memperhatikan batas pemakaian wajar.

Khusus jemaah umrah, memilih eSIM Arab Saudi yang mendukung hotspot dapat memudahkan berbagi internet bersama keluarga.

Jemaah juga disarankan mengunduh peta Makkah dan Madinah secara offline sebagai antisipasi ketika jaringan melambat.

Dengan persiapan tersebut, wisatawan dapat tetap terhubung ke internet sekaligus menjaga akses nomor Indonesia selama berada di luar negeri.

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patahudding Targetkan Luwu Tembus Lima Besar Porprov Sulsel
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Pekerja dengan Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Ternyata Begini Ketentuanya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Sudah 5 Tahun, Harga Bekas Motor Ini Masih Mahal
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Harga CPO dan Batu Bara RI Babak Belur, Begini Prospek Pekan Depan
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Penyadapan Prabowo, Bahlil Lahadalia Ancam Tempuh Jalur Hukum
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.