Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di ibu kotanya, Riyadh. Peringatan itu muncul terkait ancaman serangan dari kelompok Houthi.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (8/11/2026), peringatan itu berlaku beberapa menit. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan mengenai potensi bahaya di Riyadh.
Pihak berwenang Saudi tetap mengimbau warga sepenuhnya menghindari berkumpul dalam kelompok maupun mengambil foto.
Sebelumnya, dilansir Reuters, Minggu (8/11), kantor berita Saba yang dikelola Houthi, melaporkan setidaknya 33 orang tewas dan 39 lainnya terluka dalam peristiwa itu pada hari Sabtu (7/11).
Ini menjadi salah satu serangan paling mematikan yang dilaporkan sejak pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut kembali pecah pada bulan Juli.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Pusat Komunikasi Internasional Arab Saudi menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki laporan tersebut.
Pertempuran yang kembali berkobar antara Arab Saudi dan kelompok Houthi telah meruntuhkan gencatan senjata tahun 2022 yang ditengahi oleh PBB. Gencatan senjata tersebut sebelumnya sempat menghentikan sebagian besar serangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang menguasai Sanaa.
Sejak saat itu, kelompok Houthi telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke bandara serta fasilitas minyak di Arab Saudi, sementara Riyadh membalas dengan serangan udara di Yaman untuk mendukung sekutu-sekutunya di negara tersebut.
(rdp/haf)





