Jakarta, VIVA - Calon pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak cukup hanya memahami aturan lalu lintas. Mereka juga harus menguasai teknik mengendarai kendaraan dan melewati sejumlah tahapan ujian praktik sebelum mendapatkan SIM.
Seperti dilansir VIVA dari laman Korlantas Polri, Minggu (8/11/2026), mengingatkan bahwa ujian praktik menjadi salah satu proses untuk mengukur kompetensi calon pengemudi. Materi pengujian berbeda antara pemohon SIM C untuk sepeda motor dan SIM A untuk mobil.
Pada ujian praktik SIM C, peserta harus melewati beberapa tahapan yang menguji keseimbangan, ketepatan bermanuver, hingga kemampuan mengendalikan sepeda motor dalam kondisi tertentu.
Sebelum memasuki lintasan, pemohon diminta memastikan sepeda motor dalam kondisi layak jalan. Pemeriksaan meliputi oli mesin, minyak rem, lampu sein, lampu utama, lampu belakang, tekanan ban, serta posisi kaca spion.
Perlengkapan keselamatan juga tidak boleh diabaikan. Peserta wajib menggunakan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI) dengan tali pengikat terpasang.
Setelah persiapan selesai, peserta mulai menjalani tahapan ujian. Pengendara harus memperhatikan keseimbangan kendaraan serta melakukan konfirmasi dengan menoleh ke kanan dan kiri sebelum mulai berjalan.
Kemampuan pengereman kombinasi dan penggunaan lampu sein juga menjadi bagian dari penilaian. Peserta selanjutnya menghadapi sejumlah manuver, mulai dari pengereman, putar balik atau U-turn, tikungan kombinasi, hingga pengereman reaksi untuk menghindari hambatan.
Setiap gerakan harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan mengikuti petunjuk petugas penguji.
Sementara itu, ujian praktik SIM A memiliki materi berbeda karena menguji kemampuan peserta mengendalikan mobil dalam berbagai situasi.
Sebelum berkendara, calon pemohon harus memeriksa kondisi kendaraan. Pemeriksaan mencakup bodi mobil, pintu, kaca jendela, tekanan ban, oli mesin, air radiator, air wiper, minyak rem, hingga bahan bakar.
Penggunaan sabuk pengaman juga wajib dilakukan sebelum mobil dijalankan.
Dalam lintasan ujian, peserta akan diminta melakukan manuver maju dan mundur lurus di jalan sempit. Kemampuan mengendalikan kemudi kemudian diuji melalui lintasan zigzag.
Tidak hanya itu, peserta juga harus memperlihatkan keterampilan parkir paralel dan parkir seri. Dalam tahapan ini, pengemudi perlu memperhatikan posisi kendaraan agar tidak melewati garis batas yang sudah ditentukan.





