Helikopter Pemadam Karhutla yang Jatuh di Sungai Barito Dievakuasi, Penyebab Diinvestigasi

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevakuasi bangkai helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM yang jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11). Pengamanan dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan dan investigasi kecelakaan.

Kapusdatin BNPB, Berton S. Panjaitan, mengatakan unit helikopter tersebut telah dievakuasi ke tepian sungai. BNPB bersama pihak terkait memastikan lokasi kejadian dan helikopter dapat diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi kejadian dan unit helikopter yang telah dievakuasi ke tepian sungai dapat diamankan serta mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (8/11).

Berton mengatakan BNPB juga akan mendukung proses investigasi kecelakaan yang dilakukan oleh instansi berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"BNPB akan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang untuk mendukung pemeriksaan dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Meski demikian, Berton menegaskan hingga saat ini penyebab kecelakaan helikopter tersebut belum dapat disimpulkan. BNPB tidak ingin berspekulasi mengenai faktor yang menyebabkan helikopter tersebut jatuh sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh.

"Pada saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil pemeriksaan resmi," ungkap Berton.

Sebelumnya, helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM yang jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11), membawa tiga awak. Dua awak berkewarganegaraan Australia telah ditemukan dalam kondisi sehat, sedangkan satu awak asal Indonesia masih dalam pencarian.

Kapusdatin BNPB, Berton S. Panjaitan, mengatakan helikopter tersebut tengah menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam penugasan BNPB. Berdasarkan laporan awal, tiga awak yang berada di dalam helikopter tersebut terdiri dari dua pilot dan satu Helicopter Landing Officer (HLO).

Dua pilot berkewarganegaraan Australia tersebut bernama Hugh Andrew John Tait dan Michael John Bettridge. Sementara itu, awak asal Indonesia bernama Yayan Subyansuri yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).

"Berdasarkan laporan awal Basarnas Kantor Basarnas Banjarmasin, dari tiga awak helikopter ada dua yang telah ditemukan dalam kondisi sehat, yaitu Hugh Andrew John Tait dan Michael John Bettridge. Sementara itu, satu orang awak lainnya yaitu Yayan Subyansuri masih dalam pencarian," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (8/11).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Putusan MK dan MA soal Ijazah Gibran, Komisi X Minta Kemendikdasmen Cermat soal Administrasi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Komite Palestina Serukan Gereja Dunia Bersama-sama Bantu Pengungsi Gaza
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Java United Tumbangkan Persib Bandung
• 36 menit lalueranasional.com
thumb
Aksi Rakyat Bela Indonesia Usung Lima Tuntutan, Soroti Dugaan Penyadapan hingga Persoalan Konstitusi
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Aksi Rakyat Bela Indonesia, Jimly Ajak Masjid Berani Jadi Suara Penyeimbang Kekuasaan
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.