jpnn.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan di tengah kekhawatiran terhadap situasi global.
Dia memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan beras di Jakarta, masih dalam kondisi baik.
BACA JUGA: Bicara soal Jenderal Listyo Sadap Presiden Prabowo, Eks Ketua MK Curigai Upaya Makar
Pramono mengatakan hingga saat ini tidak ada hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan tersebut.
“Jadi, di Jakarta tidak ada isu tentang BBM, isu tentang beras, isu tentang yang lain-lain,” ucap Pramono, dikutip pada Minggu (8/11).
BACA JUGA: Narasi soal Jenderal Listyo Sadap Prabowo sebagai Pengalihan Isu Harus Dicermati Kritis
Menurut dia, kondisi stok pangan yang terjaga juga didukung oleh hubungan dan komunikasi yang baik antara Pemprov DKI Jakarta dengan sejumlah daerah pemasok.
Pramono menyebutkan kerja sama antardaerah menjadi salah satu upaya untuk memastikan ketersediaan pangan di Ibu Kota tetap terjaga.
BACA JUGA: Pandangan Habiburokhman ke Listyo Berubah, Dulu Bilang Kapolri Terbaik Sepanjang Masa
Pramono mencontohkan komunikasi yang dilakukan dengan Bupati Bangka Barat yang berkunjung ke Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono membahas potensi komoditas unggulan Bangka Barat, seperti lada dan kelapa sawit.
Dia bahkan meminta agar komoditas cabai dari daerah tersebut juga dapat dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saya bilang, udah ladanya atau cabainya juga kirim aja ke Jakarta, kami akan membeli untuk itu,” kata dia.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan upaya menjaga pasokan pangan tidak hanya dilakukan dengan memantau stok di Jakarta, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas.
Langkah tersebut penting agar Jakarta memiliki cadangan pangan yang cukup dan tidak mudah terganggu oleh perubahan situasi.
“Karena memang saya juga menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan daerah-daerah,” tuturnya.
Diketahui, beredar informasi yang menyebut 33 negara mengimbau warganya menyiapkan persediaan darurat termasuk Malaysia.(dit/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




