Pantau - Sedikitnya tiga prajurit Angkatan Darat Kolombia tewas dan delapan lainnya mengalami luka parah setelah serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone menghantam sebuah pangkalan militer di Santa Rosa, wilayah selatan Bolivar, Kolombia.
Divisi Pertama Angkatan Darat Kolombia mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat nirawak yang telah dimodifikasi untuk membawa bahan peledak.
Serangan itu menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan personel militer yang berada di fasilitas tersebut.
Sejumlah prajurit lainnya juga dilaporkan terdampak dan telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan setempat.
Militer Kolombia Aktifkan Protokol Keamanan DaruratSetelah serangan terjadi, Angkatan Darat Kolombia langsung mengaktifkan protokol keamanan darurat untuk menangani situasi di pangkalan militer.
Pihak militer juga mengerahkan pasukan guna memeriksa kerusakan infrastruktur akibat ledakan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sekaligus untuk memastikan jumlah keseluruhan korban yang terdampak serangan.
Divisi Pertama Angkatan Darat Kolombia mengecam keras penyerangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan teror.
Pihak militer juga menilai serangan itu merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.
Masyarakat Diminta Melaporkan Informasi Terkait SeranganAngkatan Darat Kolombia meminta masyarakat segera menyampaikan informasi yang berkaitan dengan serangan terhadap fasilitas militer di Santa Rosa.
Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu mengantisipasi dan mencegah kemungkinan terjadinya serangan serupa.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa aksi penyerangan semacam itu dapat mengancam keselamatan warga sipil maupun aparat keamanan.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan agar menghubungi layanan telepon darurat antiterorisme nasional Kolombia.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai identitas pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.




