BEKASI (Realita)- Wakil Walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe bereaksi keras terkait aktivitas pengusaha Segitiga Massage dan Spa yang diduga kuat menjajakan praktek prostitusi pada setiap konsumen yang datang.
"Saya kira ini memang hal yang sudah lama kita tolerir dan ini sedang coba kita kaji. Kita sudah serahkan ke bagian hukum dan kita akan ambil tindakan tegas jika itu melanggar," ujar Abdul Harris Bobihoe ketika diwawancarai Realita.co, Jum'at (29/11/2025).
Baca juga: Dugaan Prostitusi Terselubung di Segitiga Massage and Spa, Pakar Hukum: Bisa Dijerat Pidana!
Pria kelahiran Gorontalo ini menyebutkan sanksi apa yang ia siapkan.
"Jika itu memang ada tindakan prostitusi, kita perlu melakukan tindakan penyegelan dan sebagainya," tegasnya.
Pemkot Bekasi akan melakukan tindakan cepat, wujud respon adanya aduan informasi yang beredar di media massa terkait keluhan masyarakat bahwa pihak manajemen Segitiga Massage dan Spa melakukan indikasi pelanggaran sebagai penyedia jasa plus-plus dimana usaha itu berdiri.
Jebolan Universitas Padjajaran ini menerangkan, kalau ini sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita kerjasama dengan pihak kepolisian, tokoh masyarakat yang ada di sekitar," terangnya.
Intinya, imbuh dia pihak Pemerintah Kota Bekasi akan mendatangi Segitiga Massage and Spa.
"Jika benar ternyata tindakan tersebut benar adanya kita akan segel dan jika ada urusan pidananya kita akan serahkan ke kepolisian," ucap dia blak-blakan.
Sebelumnya, pihak Kepala Bidang Pengawasan dan Pembinaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Budiman mengundang audiensi untuk para wartawan, pada Senin (17/11/2025), di lantai 7 Gedung Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam pertemuan tersebut, Budiman menjelaskan bahwa adanya indikasi penawaran jasa plus-plus oleh pihak manajemen pengelola Segitiga Massage and Spa.
"Kalau mereka tidak bisa dibina, ya kita binasakan. Artinya, namanya gini-gini kan juga orang usaha, jika memang itu ada pelanggaran kita tidak tutup mata, jadi kalau dia berusaha di kita, dan kita juga harus ramah investasi," jelasnya.
Dirinya juga melihat, kalau kita bina gak bisa yaitu kata kedua, sementara ini setelah pemberitaan yang pertama yang kata pak kadis jawab kepada wartawan, pada kesel itu (steatmen di media lain) dan di blokir.
Budiman mengaku, bahwa dirinya sempat dipanggil oleh atasannya terkait informasi transaksi penyedia jasa seks komersial di Segitiga.
Baca juga: Kadinsos Komitmen Penanganan Sosial Individu Rentan HIV/AIDS
"Kalau dari pemberitaan saja kita tidak bisa melakukan tindakan, harus ada aduan itupun harus pembinaan dahulu," terangnya
Disinggung jika adanya dugaan tindak pidana, dirinya menegaskan akan panggil pengusahanya.
"Kalau langsung di-pidana itu berarti dibinasakan, itu langkah yang kedua. Si pengusaha sudah kita panggil secara resmi dan kita tanyakan seperti apa pelayanannya dan pihak segitiga juga koperatif," katanya.
"Jadi kita respon lah, hari Rabu kita panggil semua pengusaha Spa dan Massage di Kota Bekasi dan ketika itu kita patroli di media sosial, tidak dipungkiri hal itu memang ada di TikTok," sambung dia.
Sejumlah media yang hadir juga ikut memberikan informasi terkait bukti flyer paket yang ditawarkan jasa plus-plus, bukti penawaran prostitusi di aplikasi hijau dan video sang terapis tanpa busana kepada Budiman selaku Kepala Bidang Pengawasan dan Pembinaan Disparbud Kota Bekasi.
"Jadi kita sebagai regulator tidak sekejam itu kepada pihak pengusaha yang melakukan kesalahan, jadi para pengusaha itu kita peringatkan lah," tuturnya.
Dugaan prostitusi terselubung berkedok layanan massage dan spa menjadi sorotan publik luas khususnya masyarakat, usaha ini berlokasi di kawasan Ruko Mutiara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Baca juga: Pemkot Bekasi Tekan Angka HIV/AIDS, Segitiga Massage & Spa Malah Diduga Jajakan Layanan Threesome
Sebuah tempat usaha yang beroperasi dengan nama Segitiga Spa and Massage diduga kuat menyediakan layanan plus-plus bagi setiap konsumen.
Berdasarkan data dan informasi yang diterima Redaksi Realita.co, ditemukan dugaan flyer yang menjurus kepada indikasi jasa layanan esek-esek oleh pihak manajemen.
Dikutip dalam keterangannya, sang Admin Segitiga menjelaskan kepada konsumen sambil memberikan flyer yang berisi pricelist dalam sebuah percakapan di aplikasi hijau.
"Ini paketnya full service bang," tulis admin Segitiga kepada konsumen sambil memberikan menu-menu layanan, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan tersebut diperkuat oleh pernyataan Manager dari Segitiga Spa and Massage terkait indikasi kuat praktik-praktik jasa prostitusi oleh terapisnya.
"Itu baiknya kaya gimana, sih enaknya. Kok bisa nyampe pengen banget tempat kerja kami ditutup," ucap Shandi dalam pesan singkat kepada Realita.co, Jumat (7/11/2025).ang
Editor : Redaksi