Bantuan Pangan Bagi Korban Banjir di Sumbar Dipastikan Telah Disalurkan

metrotvnews.com • 21 jam yang lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bantuan pangan untuk korban banjir di Sumatra Barat (Sumbar) telah disalurkan pemerintah secara cepat dan terukur. Hal ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi dengan baik. 

"Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah," kata Mentan saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 30 November 2025.

Mentan juga menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumatra Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Sebagai bagian dari langkah cepat itu, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, termasuk Sumatra Utara, dan Aceh, dilakukan pemerintah.

Dia menyebutkan total bantuan yang disalurkan sebanyak 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Sumatra Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Sumatra Barat.

Amran menegaskan khusus untuk Sumatra Barat, Kementan telah menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.

“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan," ujar Amran.
  Baca Juga:  Bulog Kirim 1.245 Ton Beras untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar
Sebelumnya, Mentan Amran menegaskan cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman. Sehingga ,pemerintah dapat segera mengeluarkan stok bantuan setelah bencana terjadi.

“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tegas dia.

Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Mentan Amran juga memastikan akan turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Bersinergi Hadapi Bencana Alam
Upaya penyisiran masih terus dilakukan di sepanjang akses Jembatan Kembar untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Foto: Kominfo Padang Panjang

Sementara itu, Ketua IKA Universitas Andalas periode 2021–2025, Rustian, menegaskan intensitas bencana yang tinggi di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat, termasuk kontribusi dari para alumni perguruan tinggi.

“Kalau kita lihat di peta rawan bencana, warnanya hanya dua saja, merah dan kuning. Artinya tinggi dan sedang, tidak ada yang rendah. Jadi artinya kehadiran alumni Unand sangat dipentingkan di dalam memberikan kontribusi di dalam penanggulangan bencana,” kata Rustian.

Menurut dia, bencana terjadi hampir setiap hari di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke dengan intensitas 15 sampai dengan 20 kali kejadian bencana.

"Itu yang ditangani oleh pusat. Kalau yang ditangani daerah itu tidak terdaftar, mungkin lebih. Sehari, tiap hari ini mungkin ada 50-an lebih,” ujar dia.

Dia menegaskan dengan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni perguruan tinggi, pemulihan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat serta ketahanan pangan masyarakat dapat tetap terjaga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.