BNPB Catat 166 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sumut

voi.id • 18 jam yang lalu
Cover Berita
Laporan korban meninggal di Sumut akibat banjir bandang (Dok. BNPB)

SUMUT - BNPB mengungkap laporan terbaru terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara. Jumlah korban meninggal dunia kini mencapai total 166 jiwa hingga Sabtu, 29 November.

Sementara itu sebanyak 143 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian saat berita ini ditulis. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa penambahan jumlah korban terjadi seiring intensifnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas sejak penetapan status tanggap darurat pekan ini.

“Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian tim gabungan,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Minggu 30 November.

BNPB mengonfirmasi dampak terbesar tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Selain korban jiwa, pengungsi juga dilaporkan mencapai ribuan kepala keluarga, tersebar di Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

"Proses pendataan masih berlangsung beriringan dengan operasi SAR yang terus berjalan 24 jam," kata dia.

Suharyanto juga menyampaikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, dan percepatan distribusi logistik terus diintensifkan.

BNPB menempatkan lima helikopter perbantuan di Bandara Silangit untuk memaksimalkan distribusi bantuan ke Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan wilayah lain yang sulit ditembus.

Helikopter TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, helikopter swasta serta pesawat Cessna Caravan turut dioperasikan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.