Ganggu Produktivitas, Ini Alasan Multitasking Tidak Baik untuk Otak

kumparan.com • 18 jam yang lalu
Cover Berita

Di tengah hari-hari yang serba cepat, kamu mungkin cenderung akan melakukan multitasking. Multitasking dimaknai sebagai melakukan dua kegiatan atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Ini mungkin dirasa efektif dalam menyelesaikan tugas lebih cepat, tetapi sebenarnya multitasking tidak baik untuk otak.

Multitasking bisa mengambil bentuk apa saja. Mulai dari mengerjakan dua proyek bersamaan, membalas email sembari mengobrol dengan orang lain, berkendara sambil mendengarkan lagu, dan sebagainya. Tujuan dari multitasking hanya satu: Menuntaskan berbagai kegiatan dalam waktu bersamaan.

Meski begitu, sering kali, kamu akan kesulitan melanjutkan kegiatan pertama usai menjalani kegiatan kedua. Bahkan, dikutip dari BBC Science Focus, tak jarang, kinerja dan hasilnya akan lebih buruk. Fenomena ini terungkap dalam sebuah riset ilmiah yang terbit pada 2019 lalu.

Studi berjudul “Task Switching Hurts Memory Encoding” itu mengungkap, orang cenderung bekerja lebih lama dan melakukan lebih banyak kesalahan saat mengerjakan beberapa tugas di waktu yang bersamaan.

Sementara itu, kecepatan dan tendensi melakukan kesalahan cenderung lebih baik pada orang yang berfokus pada satu tugas saja.

Kenapa multitasking tak baik untuk otak

Saat melakukan multitasking, kamu mempekerjakan otak lebih keras. Menurut Brown Health University, menjalani berbagai aktivitas bersamaan akan membuat otakmu kelelahan.

Dilansir VeryWell Mind, sejumlah penelitian lainnya mengungkap, multitasking mengganggu produktivitas. Sebab, pemahaman, atensi, dan performa dalam mengerjakan tugas sangat berkurang.

Kenapa hal ini terjadi? Sebab, saat melakukan multitasking, kamu sebenarnya tidak melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Justru, kamu memindahkan fokus kamu dengan cepat dari satu hal ke hal lainnya. Psikolog menyebut fenomena ini sebagai task switching.

Task switching membuat seseorang lebih mudah terdistraksi. Itulah mengapa, saat melakukan multitasking, kamu cenderung lupa apa yang dikerjakan di awal. Akibat mudah terdistraksi, kamu lebih mungkin kesulitan untuk berkonsentrasi pada kegiatan tertentu, bahkan saat kamu sedang tidak multitasking.

Pada akhirnya, dikutip dari VeryWell Mind, multitasking terlalu banyak tugas bisa mengganggu kemampuan kognitif. Ketika kemampuan kognitif terganggu, otak akan kesulitan untuk menjalani kegiatan dengan efektif. Kamu juga berpotensi lebih impulsif dalam mengambil keputusan dan cenderung meremehkan risiko dari kegiatan tertentu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
Harga Emas di Pagadaian Kompak Naik Akhir Pekan Ini
• 20 jam yang lalukatadata.co.id
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.