Korban Tewas WNI dalam Kebakaran Kompleks Apartemen di Hong Kong Bertambah Menjadi 9 Orang

voi.id • 15 jam yang lalu
Cover Berita
Kementerian Luar Negeri RI. (Sumber: Kemlu RI)

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari Hong Kong, setelah kepolisian setempat mengonfirmasi adanya penambahan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas dalam kebakaran Kompleks Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.

"Rilis data korban insiden kebakaran dari Hong Kong Police Force sampai dengan hari ini (30/11) pukul 12.20 waktu Hong Kong, jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah dua orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang," menurut KJRI Hong Kong dalam keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (30/11).

"Total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang," lanjut KJRI.

Diketahui, insiden kebakaran di tujuh gedung apartemen pada kawasan pemukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, dideteksi sejak Rabu, menjelang pukul 15:00 waktu setempat dengan eskalasi yang cepat sehingga mencapai tingkat peringatan tertinggi di Hong Kong "No. 5 alarm" pada pukul 18:22 waktu setempat.

Sampai dengan Hari Jumat pukul 23:59 waktu setempat, jumlah korban meninggal telah mencapai 128 orang, sementara 79 orang lainnya mengalami luka serius dan tengah mendapatkan perawatan yang tersebar di 15 rumah sakit di Hong Kong.

KJRI Hong Kong menerangkan, berdasarkan hasil konsolidasi data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan secara langsung yang dilakukan oleh KJRI Hong Kong, tercatat sekitar 140 (seratus empat puluh) WNI/PMI sektor domestik yang bekerja di pada kawasan pemukiman Wang Fuk Court.

"Dari jumlah tersebut, 61 (enam puluh satu) orang diantaranya telah berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya, termasuk WNI/PMI korban meninggal. Sementara itu, 79 (tujuh puluh sembilan) WNI/PMI lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya," jelas KJRI Hong Kong.

Terkait peristiwa ini, KJRI Hong Kong bergerak cepat membuka posko kedaruratan di Gedung KJRI Hong Kong sejak Rabu malam. KJRI juga bergerak cepat berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh akses informasi terhadap WNI/PMI yang terdampak.

"Setelah mendapatkan izin otoritas setempat, sejak Kamis (27/11) pagi mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan verifikasi WNI/PMI yang terdampak, serta distribusi bantuan logistik yang diperlukan, seperti; makanan, minuman dan sanitary pack," jelas KJRI.

KJRI Hong Kong kemudian juga mendirikan posko kedaruratan pada Tai Po Community segera setelah mendapatkan clearence dari Pemerintah Hong Kong dan Tai Po District Office pada Hari Jumat.

"Fungsinya untuk identifikasi dan verifikasi WNI/PMI yang terdampak; distribusi bantuan logistik yang diperlukan; dalam hal kehilangan Paspor RI, melakukan fasilitasi awal guna penerbitan ulang, dan asistensi lain yang mungkin dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan, hukum dan ketentuan setempat yang berlaku," urai KJRI Hong Kong.

Selain itu, KJRI Hong Kong juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna menjaring informasi keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
BNPB Salurkan Logistik ke Tapteng dan Sibolga
• 19 jam yang lalumetrotvnews.com
thumb
Cerpen: Senja yang Mengubah Segalanya
• 11 jam yang lalukumparan.com
thumb
Berhasil disimpan.