Industri Otomotif Menguat, Kemenko Perekonomian Evaluasi Ulang Insentif 2026

kumparan.com • 16 jam yang lalu
Cover Berita

Polemik soal insentif industri otomotif tahun 2026 kembali mencuat seiring dinamika terbaru sektor tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, performa industri otomotif terus menunjukkan tren penguatan, terutama pada segmen kendaraan listrik.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Haryo Limanseto mengatakan lonjakan penjualan mobil listrik serta besarnya realisasi investasi mengindikasikan fondasi industri yang kini jauh lebih kokoh.

“Kami berpendapat bahwa Industri Otomotif saat ini sudah cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan penjualan kendaraan listrik roda empat meningkat signifikan hingga 18,27 persen dari pangsa pasar tahun 2025 dan investasi untuk KLBB sebesar Rp 5,66 triliun di tahun 2025,” ujar Haryo dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Minggu (30/11).

Sementara itu, kendaraan berbahan bakar fosil masih menguasai pasar dengan porsi sekitar 80,6 persen, dan segmen roda dua turut mencatat kenaikan permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Tren ini menandakan bahwa ekosistem industri otomotif berjalan stabil dan semakin kompetitif.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah menilai kebijakan insentif perlu dikaji ulang agar penempatannya lebih tepat sasaran.

“Pertanyaannya, apakah masih diperlukan insentif jika suatu industri sudah cukup kuat? Kami melihat ruang kebijakan yang ada dapat mulai dipertimbangkan untuk memperkuat sektor-sektor prioritas lain yang membutuhkan dukungan lebih besar, sembari tetap menjaga momentum positif industri otomotif,” ungkapnya.

Hingga kini, pemerintah belum menerima pengajuan resmi terkait insentif otomotif 2026 dari kementerian maupun lembaga teknis. Kemenko Perekonomian tetap membuka ruang diskusi jika nantinya muncul usulan baru.

“Saat ini kami belum ada pembahasan kembali dan belum menerima usulan insentif dari Kementerian/Lembaga pembina sektor,” tutur Jubir Haryo.

Ke depan, arah kebijakan akan diarahkan untuk memperkuat rantai nilai domestik, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), mendorong pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, serta memastikan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi nasional. Dengan langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung industri manufaktur Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.