Belanja Negara Tembus Rp 2.911 Triliun per November 2025

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja belanja negara hingga November 2025 menunjukkan tren positif. Realisasi belanja negara telah tembus Rp 2.911,8 triliun atau mencapai 82,5 persen dari target APBN 2025.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, realisasi belanja tersebut tidak hanya tumbuh, tetapi juga berperan krusial dalam memberikan stimulus fiskal untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan signifikan pada pos belanja bantuan sosial (bansos).

"Belanja bantuan sosial sudah tumbuh 19,2 persen, karena pemerintah terus menyalurkan stimulus-stimulus fiskal untuk membantu konsumsi dan daya beli masyarakat," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (18/12).

Secara keseluruhan, Suahasil menilai pengelolaan APBN tetap sehat dengan realisasi pendapatan dan belanja yang berjalan beriringan.

"Kalau tadi pendapatan negara kira-kira 82,1 persen dari APBN, belanja negara sekitar 82,5 persen dari APBN. Ini berarti cukup balance (seimbang) antara pendapatan dengan belanjanya," jelasnya.

Rincian Pertumbuhan Belanja

Suahasil memaparkan, dari total realisasi tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.116 triliun. Angka ini terdiri atas belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 1.110,7 triliun serta belanja non-K/L sebesar Rp 1.005,5 triliun.

Seluruh komponen belanja K/L mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024. Belanja pegawai tumbuh 9,3 persen seiring peningkatan jumlah pegawai, sementara belanja modal tumbuh 1,8 persen. Belanja barang yang sempat melambat di awal tahun akibat efisiensi, kini juga mencatatkan pertumbuhan.

"Sampai dengan akhir bulan November telah terjadi pertumbuhan 1,3 persen belanja barang kita," kata Suahasil.

Selain itu, belanja pensiun juga berjalan sesuai rencana (on track), termasuk pembayaran bagi 100 ribu pensiunan baru.

Dukungan APBN terhadap daya beli juga tercermin dari realisasi subsidi dan kompensasi energi yang mencapai Rp 345,1 triliun atau 72,6 persen dari target. Penyaluran ini memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses energi dan pupuk dengan harga terjangkau.

Untuk BBM, realisasi penyaluran mencapai 15,6 juta kiloliter (80,4 persen dari target). Penyaluran LPG 3 kg mencapai 7,092 juta ton (86,8 persen dari target), dan jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat menjadi 42,6 juta pelanggan, melampaui target awal 42,1 juta.

Di sektor non-energi, pupuk bersubsidi telah tersalurkan sebanyak 7,5 juta ton atau 84,3 persen dari target tahunan.

Fokus Kualitas Belanja

Menjelang tutup tahun, Dirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mengoptimalkan sisa anggaran dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan produktivitas, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

"Kita tetap fokus bagaimana menyelesaikan berbagai program prioritas pemerintah dan Presiden. Itu yang coba kita dorong terus, tapi kita juga selalu menjaga spirit dari Inpres 1, untuk belanja-belanja yang tidak perlu, tidak efisien itu yang tetap kita jaga," tuturnya.

"Jadi bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran, tapi juga kita memastikan anggaran itu tetap dibelanjakan seproduktif mungkin dan seefektif mungkin," kata Luky.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Urgensi Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Bencana Sumatra
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Uston Nawawi Kuatkan Mental Persebaya Surabaya Jelang Lawan Borneo FC
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Siklon Tropis Picu Banjir Rob dan Puting Beliung di Wilayah Pesisir Jakarta
• 20 jam lalukompas.com
thumb
BINA Indonesia Great Sale 2025 Resmi Digelar, Bidik Transaksi Rp30 Triliun
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Dokter di Prancis Divonis Bui Seumur Hidup Usai Racuni 30 Pasien, 12 Tewas
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.