Aksi Terakhir Perahu Naga Berbuah Emas Keempat di SEA Games

republika.co.id
3 bulan lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim perahu naga Indonesia menutup penampilan mereka dengan merebut medali emas nomor standard boat 500 meter campuran. Ini merupakan emas keempat yang diraih cabang olahraga tersebut di SEA Games Thailand 2025.

Dalam laga final yang berlangsung di Rayong, Jumat (19/12/2025), tim Indonesia langsung menancapkan dominasi pada babak pertama ketika finis tercepat dengan catatan waktu 1 menit 51,256 detik.

Baca Juga
  • Potensi Medali SEA Games Hari Ini: Panahan, Perahu Naga, dan Gulat Potensi Sumbang Emas
  • Indonesia Tambah Medali Emas di TWG 2025, Kali Ini dari Kano Perahu Naga
  • Tim Perahu Naga Indonesia Raih Emas Pertama World Games 2025

Maulana Saepudin dan kawan-kawan mengungguli pesaing terdekat tim tuan rumah Thailand yang membukukan 1 menit 53,179 detik.

Dominasi tim Indonesia terus berlanjut pada babak kedua saat melesatkan perahu menembus garis finis dengan 1 menit 52,826 detik, di atas Thailand yang menempel dengan 1 menit 53,856 detik.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dengan finis tercepat pada kedua babak, tim Indonesia membukukan total waktu 3 menit 44,082 detik untuk mengunci gelar juara sekaligus medali emas untuk Kontingen Merah Putih.

Peringkat kedua dihuni Thailand (3 menit 47,035 detik), disusul Vietnam (3 menit 48,545 detik), kemudian Myanmar di peringkat keempat (3 menit 48,569 detik), serta Filipina di posisi terakhir (4 menit 2,384 detik).

Medali emas dari tim Indonesia ini merupakan yang keempat dari cabang perahu naga. Tiga emas terdahulu dipersembahkan para atlet yang turun di nomor small boat 200 meter, standard boat 200 meter campuran, dan small boat 500 meter putra.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kemenpora RI (@kemenpora)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Paspor Gate di Liga Belanda Mengungkap Kompleksitas Regulasi dan Status Pemain Diaspora
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Khidmat dan Haru, Upacara Pelepasan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 46 menit lalurctiplus.com
thumb
Masih Perlukah Guru Agama di Era TikTok?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Modus Haji Ilegal, Ini Sanksinya Jika Tertangkap
• 4 jam laludisway.id
thumb
Meta Ajukan Perpanjangan Waktu Bahas Regulasi PP Tunas dengan Komdigi Usai Panggilan Kedua
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.