Dikenal dengan kota dagang dan jasa, Surabaya juga telah mengukuhkan dirinya sebagai kota wisata. Beragam tempat, terutama yang mempunyai nilai sejarah, kini kembali dikelola. Khusus masa liburan Natal dan Tahun Baru ini, beragam program pemerintah setempat dibuat untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/12/2025).
Pada hari pertama liburan sekolah, sejumlah tempat mulai dikunjungi wisatawan luar kota. Selain obyek wisata, wisatawan juga menyempatkan mengunjungi ikon Kota Surabaya, yaitu patung Suro dan Boyo yang berada tepat di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Pada umumnya, wisatawan menyempatkan diri berfoto dengan latar patung Suro dan Boyo setelah berkunjung ke KBS bersama keluarga atau rombongan. Patung tersebut menjadi penanda bahwa mereka telah berkunjung ke Surabaya.
Kurniawan, pengunjung asal Pamekasan, datang bersama anaknya yang baru saja berlibur sekolah. ”Ya, ini permintaan anak-anak saat liburan. Ingin jalan-jalan ke kebun binatang. Sebelum pulang, saya sempatkan berfoto bersama di depan patung Suro dan Boyo,” ujarnya.
Suasana ramai terlihat di depan patung, saat para wisatawan menunggu kesempatan berfoto tepat di depan patung secara bergantian. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan fotografer amatir untuk menawarkan jasanya. Mereka juga membantu mengarahkan poses wisatawan saat difoto.
Salah satu fotografer amatir, Sulistiyo, mengungkapkan bahwa banyak wisatawan yang mulai datang ke Kebun Binatang Surabaya untuk berlibur. ”Ini mulai banyak yang datang, padahal hari kerja, mungkin karena libur sekolah. Mereka datang dengan kendaraan umum, mobil pribadi, ataupun bus carteran. Saya harap akan tambah banyak, jadi rezeki saya juga tambah banyak,” ujar Sulistyo.
Menurut dia, sebagian besar pengunjung yang berkunjung pasti berfoto dengan patung Suro dan Boyo saat akan pulang. Bahkan, banyak juga yang hanya datang untuk berfoto dengan patung ikon Kota Surabaya ini.
Di tengah mencari pengguna jasanya, Sulistyo mengungkapkan, saat masa liburan seperti ini pendapatannya biasanya meningkat. ”Pada hari-hari biasa, untuk dapat Rp 50.000 saja susah. Namun, jika musim liburan seperti ini, saya bisa dapat Rp 300.000 per hari. Tapi, kan, yang kerja juga bukan saya saja, ada banyak teman lain. Bagi-bagi rezeki jadinya,” tutur Sulistyo.
Berbondong-bondongnya wisatawan datang ke Surabaya tidak hanya memberi manfaat kepada pengelola tempat wisawata, tetapi juga berdampak pada menggeliatnya ekonomi masyarakat kecil.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5192462/original/050458400_1745140716-6532fa38-c5db-48aa-94ae-60eccec5f5b3.jpg)

