Natal di Tengah Bencana Dinilai Menghadirkan Solidaritas kepada Sesama

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Seluruh umat Kristiani se-Indonesia telah merayakan ibadah Natal 2025 dengan khusyuk, aman, dan damai hari ini. Meski dilaksanakan di tengah duka kemanusian akibat bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pengurus Pusat Pemuda Katolik menilai natal tahun ini mengandung makna paling dalam, karena dirayakan dengan keberpihakan kepada masyarakat yang terluka. Situasi bencana, tekanan ekonomi, dan berbagai tantangan sosial disebut harus dijawab dengan empati dan tindakan nyata.

"Natal tidak boleh berhenti pada cahaya lilin dan perayaan simbolik. Di tengah bencana dan luka sosial, Natal adalah panggilan iman untuk menghadirkan solidaritas dan keberpihakan nyata kepada sesama,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Desember 2025.

Pemuda Katolik mengapresiasi respons kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam penanganan dan pemulihan korban banjir bandang dan tanah longsor. Menurut Gusma, kehadiran negara dan kuatnya gotong-royong masyarakat menjadi penopang utama harapan para korban.

"Kami mengapresiasi pemerintah dan solidaritas masyarakat. Inilah fondasi penting agar pemulihan berjalan adil, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Gusma.

Baca Juga :

Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Natal 2025, Doakan Korban Bencana
Dalam suasana Natal dan menjelang Tahun Baru 2025, Pemuda Katolik menyoroti sikap masyarakat yang memilih merayakan secara sederhana, dengan meniadakan pesta kembang api. Kesederhanaan tersebut dipandang sebagai bentuk empati dan solidaritas nasional di tengah duka yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

“Kesederhanaan ini adalah wujud kepekaan sosial. Kegembiraan tidak boleh memutus empati, dan solidaritas harus tetap menjadi ruh perayaan,” tegas Gusma.

Di samping itu, Pemuda Katolik mengapresiasi dan terima kasih kepada Polri serta seluruh elemen masyarakat lintas iman seperti Banser, KOKAM, dan berbagai organisasi keagamaan lainnya yang terlibat aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal. Gusma menilai pengamanan tersebut bukan hanya bersifat teknis, melainkan mencerminkan kuatnya persaudaraan lintas iman di Indonesia.

Kondisi wilayah terdampak bencana di Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati.

"Pengamanan Natal adalah simbol gotong royong dan toleransi. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan lintas iman masih menjadi kekuatan utama bangsa,” ungkap Gusma.

Lebih lanjut, Pemuda Katolik turut mendoakan seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan bepergian selama libur Nataru berjalan lancar. Kemudian, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan Natal sebagai momentum penguatan solidaritas dan gerakan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa di tengah kesedihan, harapan harus terus dirawat melalui kepedulian dan persaudaraan.

"Natal mengingatkan kita bahwa harapan selalu lahir dari kepedulian, bahwa Allah hadir di tengah luka, dan bahwa persaudaraan adalah kekuatan bangsa ini,” pungkas Gusma. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Larang Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru 2026 di Jabar, Minta Diganti Kegiatan Ini
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Terima Kunjungan Gubernur Aceh, Airlangga Janjikan Percepatan Pemulihan Ekonomi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Prabowo Ajak Jadikan Natal 2025 sebagai Momentum Pererat Persatuan dan Gotong Royong
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Bom Meledak di Masjid Nigeria Saat Salat Isya, Lima Orang Tewas
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Warga Banyuwangi Diajak Rayakan Tahun Baru dengan Doa dan Refleksi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.