Demo Buruh Hari Ini soal UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari UMK Kota Bekasi

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA – Aksi unjuk rasa atau demo buruh hari ini, Senin 29 Desember 2025, akan digelar di Jakarta dan Bandung.

Direncanakan, aksi diikuti sebanyak 20 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia.

BACA JUGA: Ada Demo Buruh di Kawasan Monas, 1.963 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan

Demo buruh hari ini akan dipusatkan di dua titik, yakni Istana Negara, Jakarta, dan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat.

Massa buruh juga akan menggelar aksi pada Selasa, 30 Desember 2025.

BACA JUGA: Demo Buruh Berakhir Ricuh, Said Iqbal Sebut Penumpang Gelap yang Merusak Fasilitas Umum

Aksi digelar sebagai tindak lanjut atas penetapan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP) tahun 2026 di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

"Aksi massa ini merupakan bentuk protes terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP) tahun 2026 di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang dinilai tidak adil," kata Presiden FSP ASPEK Indonesia, Abdul Gofur, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (28/12).

BACA JUGA: UMK Kota Bekasi Rp 2,9 Juta, Apindo Mengeluh

Gofur mengatakan, para buruh mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan para kepala daerah agar merevisi nilai upah minimum sesuai dengan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Dia mengatakan kebijakan upah yang diambil pemerintah saat ini dinilai mengorbankan daya beli masyarakat kecil.

Gofur menyoroti adanya ketimpangan yang tidak masuk akal antara upah di Jakarta dengan daerah penyangga.

"Adalah sebuah ketimpangan yang tidak masuk akal ketika UMP Jakarta justru lebih rendah dibandingkan UMK di daerah penyangga seperti Kota Bekasi yang berada di kisaran Rp5,99 juta," katanya.

Menurut dia, sebagai pusat ekonomi nasional dengan biaya hidup tertinggi, sangat memprihatinkan jika buruh di Jakarta dihargai lebih rendah daripada wilayah sekitarnya.

Dia juga menyoroti, kenaikan sebesar 6,17 persen yang ditetapkan saat ini telah habis tergerus oleh laju inflasi dan kenaikan harga barang pokok.

Kondisi ini memaksa buruh berada dalam kondisi bertahan hidup (survival mode) alih-alih mencapai kesejahteraan.

"Buruh adalah tulang punggung ekonomi Jakarta. Jangan biarkan tulang punggung itu patah karena upah yang tak manusiawi," kata Gofur.

Dalam tuntutannya, para buruh mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk:

1. Merevisi Keputusan Gubernur terkait UMP 2026.

2. Menetapkan angka minimal Rp6.000.000 sebagai standar UMP Jakarta.

3. Mengembalikan martabat dan kesejahteraan pekerja sebagai tulang punggung ekonomi Jakarta. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cak Imin Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD: Itu Sikap PKB
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kelola 40 Kg Sampah Per Hari, Warga Kebon Melati Bangun Sistem Lingkungan Mandiri
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Dijodohkan dengan Atalia Praratya, Dedi Mulyadi Mendadak Lempar Kode Tak Bakal Lama jadi Duda, Netizen: Gaskeun Pak
• 37 menit lalugrid.id
thumb
Simak Jadwal Acara Metro TV pada Selasa, 30 Desember 2025
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persija Jakarta Harus Ikhlas Lawan Persib Tanpa 2 Pemain Andalan, Ryo Matsumura dan Calonego Kena Sanksi Komdis PSSI
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.