Kenapa Sepatu Padel Terasa Lebih Cepat Panas dan Apa Dampaknya?

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Perkembangan olahraga padel yang semakin pesat membawa konsekuensi baru, termasuk pada perlengkapan yang digunakan pemain. Salah satu isu yang mulai mendapat perhatian serius adalah panas berlebih pada sepatu padel.

Masalah ini diprediksi akan semakin terasa pada tahun 2026 seiring meningkatnya intensitas permainan dan perubahan karakter lapangan. Inovasi teknologi memang terus berkembang, namun tuntutan fisik pemain juga makin tinggi.

Kondisi tersebut membuat sepatu padel tidak lagi sekadar soal grip dan stabilitas. Panas di dalam sepatu kini menjadi faktor krusial yang memengaruhi kenyamanan dan performa pemain.

Tren Teknologi yang Mengubah Sepatu Padel

René Zandbergen, Head of Innovation and Research ASICS Sports, mengungkapkan bahwa perubahan terbesar dalam sepatu padel justru datang dari evolusi lapangan. Permukaan lapangan kini semakin bervariasi, mulai dari yang masih mempertahankan lapisan pasir tipis hingga yang benar-benar tanpa pasir. Variasi ini mengubah kebutuhan grip secara signifikan dan berdampak langsung pada desain sepatu padel.

ASICS merespons kondisi tersebut dengan mengembangkan Sonic Smash FF yang mengadopsi pola herringbone ala tenis, namun dengan orientasi berbeda di tiap area kaki. Desain ini bertujuan menyesuaikan arah traksi yang lebih kompleks dalam padel.

Berbeda dengan sepatu tenis, sepatu padel membutuhkan pola sol multi-arah untuk mendukung putaran dan pivot agresif. Chevron pada sol sepatu padel tidak hanya horizontal, tetapi juga vertikal dan diagonal, terutama di bagian forefoot.

Dikutip dari Padel Magazine, Rabu (31/12/2025), oola ini memang meningkatkan kontrol dan akselerasi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan gesekan internal. Gesekan inilah yang memicu akumulasi panas di dalam sepatu padel. Jika tidak diimbangi teknologi ventilasi yang memadai, kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan hingga risiko cedera ringan.

Perbedaan Gaya Bermain dan Kebutuhan Sepatu

ASICS tidak merancang satu jenis sepatu padel untuk semua pemain. Setiap model dikembangkan berdasarkan profil permainan yang berbeda, mulai dari pemain kontrol hingga pemain eksplosif. Untuk pemain kontrol, sepatu seperti Resolution Padel menekankan stabilitas dengan struktur lebih kaku.

Sebaliknya, pemain cepat dan mobile membutuhkan sepatu padel ringan seperti Sonic Smash FF dengan fleksibilitas tinggi. Perbedaan konstruksi ini juga memengaruhi sirkulasi udara dan manajemen panas di dalam sepatu.

 

Alasan Sepatu Padel Lebih Cepat Panas

Salah satu alasan utama sepatu padel lebih cepat panas dibanding sepatu tenis adalah karakter gerakannya. Dalam padel, pergerakan lebih pendek, cepat, dan eksplosif. Akselerasi mendadak, berhenti tiba-tiba, serta rotasi kaki yang sering menghasilkan panas dalam waktu singkat.

Zandbergen menegaskan bahwa intensitas inilah yang membuat sepatu padel membutuhkan sistem ventilasi khusus. Tanpa inovasi material,

Inovasi Material untuk Mengatasi Overheating

Untuk menjawab tantangan tersebut, ASICS memperkenalkan mesh nilon yang sangat breathable pada sepatu padel generasi terbaru. Material ini dirancang untuk membuang panas dengan cepat saat terjadi aktivitas berulang.

Selain itu, struktur sol dilengkapi flex grooves dan zona pivot yang diperkuat untuk mengurangi tekanan berlebih. Meski demikian, dengan intensitas padel yang terus meningkat, isu panas diperkirakan tetap menjadi tantangan besar di tahun 2026. Inovasi harus terus berjalan agar sepatu padel mampu mengikuti evolusi permainan.

ASICS mengandalkan kolaborasi erat dengan pemain profesional dalam mengembangkan sepatu padel. Prosesnya melibatkan pengujian prototipe, evaluasi detail, hingga validasi akhir sebelum produksi massal.

Masukan atlet membantu ASICS memahami titik panas, area tidak nyaman, dan reaksi sepatu terhadap lapangan. Pendekatan ini membuat sepatu padel semakin presisi, tetapi juga menegaskan bahwa tuntutan fisik padel semakin tinggi. Ke depan, sepatu padel dituntut tidak hanya kuat dan stabil, tetapi juga mampu mengelola panas secara optimal agar pemain tetap tampil maksimal sepanjang pertandingan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Muhammadiyah: Kedewasaan Bangsa Jadi Kunci Hadapi Tantangan 2026
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Polda Metro: Kerugian Kejahatan Siber Tembus Rp4,3 Triliun, Restitusi ke Korban Baru Rp352 Miliar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Basah Kuyup, Warga Jaktim dan Jakbar Ini Happy Lihat Pertunjukan Air Mancur Menari di Monas
• 22 jam laludisway.id
thumb
Pasangan Suami Istri Gugat Sistem Hangus Kuota Internet ke Mahkamah Konstitusi, Dinilai Merugikan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Lamine Yamal Patahkan Dominasi Messi dan Ronaldo di Penjualan Jersey 2025
• 18 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.