Menhub Dorong Pelindo Bikin Anak Usaha Khusus Kelola Pelabuhan Penumpang

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membentuk anak usaha baru.

Menhub Dorong Pelindo Bikin Anak Usaha Khusus Kelola Pelabuhan Penumpang. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) membentuk anak usaha baru yang secara khusus menangani pelayanan pelabuhan penumpang. 

Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan pelabuhan tidak hanya berorientasi pada angkutan barang, tetapi juga memberikan layanan optimal bagi penumpang.

Baca Juga:
Pelindo Luncurkan Layanan Peti Kemas Perdana di Terminal Kijing Kalimantan Barat

Menurut Dudy, selama ini Pelindo memang didominasi oleh bisnis angkutan barang, sementara layanan penumpang hanya berfokus pada pengelolaan terminal. Padahal, pelabuhan penumpang membutuhkan perhatian dan standar layanan tersendiri. Ia menilai konsep pemisahan pengelolaan tersebut serupa dengan model di Angkasa Pura yang memiliki perusahaan khusus untuk menangani layanan jasa kebandarudaraan.

"Nanti saya juga akan sampaikan, kalau perlu di-split. Kalau Angkasa Pura kan punya, ada perusahaannya mereka yang khusus menangani mengenai services," ujar Menhub dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga:
Pelindo Catat Pengiriman Material hingga Alat Berat ke IKN Turun 40 Persen

Menhub menegaskan, pembentukan badan usaha khusus ini bertujuan agar pengelolaan pelabuhan penumpang dilakukan secara lebih profesional dan tidak hanya menjadi pelengkap dari bisnis logistik. 

Dengan begitu, aspek kenyamanan, keselamatan, dan kualitas layanan penumpang bisa lebih diperhatikan.

Baca Juga:
Pelindo Dukung Pembukaan Jalur Pelayaran Penang-Lhokseumawe

Sebelumnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) Nuraini Dessy mengungkapkan hanya 17 persen pelabuhan di Indonesia yang memiliki fasilitas pengamanan untuk menyaring penumpang sebelum masuk kapal.

Sementara itu, sekitar 83 persen pelabuhan yang dikelola BUP (Badan Usaha Pelaksana) bersifat terbuka. Sehingga banyak calon penumpang tanpa tiket masuk ke kapal. 

"Kita itu pelabuhan belum tertutup semuanya. Rata-rata bisa dibilang steril yang dikelola BUP itu baru 17 persen, namun yang lain masih terbuka," ujar Dessy dalam acara media briefing di Jakarta baru-baru ini.  (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PNM perkuat program pemberdayaan selama 2025
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Prediksi BMKG: Jakarta Bakal Basah Sepanjang Hari Pertama 2026
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Awas Kena Pasal! Hina Presiden dan Lembaga Negara Kini Diancam 3 Tahun Penjara
• 1 jam laludisway.id
thumb
AIxiety: Kecemasan Generasi Z Menghadapi Masa Depan Kerja
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Cara China Tingkatkan Angka Kelahiran, Kenakan Pajak 13 Persen untuk Kondom
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.