Melihat Bahayanya Virus Super Flu yang Terditeksi Masuk RI

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K) mengatakan masyarakat perlu waspadai adanya peningkatan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernafasan akut di antaranya varian H3N2 yang viral dengan istilah “superflu”.

Hal ini karena, H3N2 super flu telah terditeksi masuk ke Indonesia, sejak 25 Desember 2025.

BACA JUGA: Gawat, Super Flu Terdeteksi Masuk RI, Begini Gejalanya

Penyakit ini berbahaya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbidtas, penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.

Penderita super flu akan mengalami, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.

BACA JUGA: Sering Dikira Flu Biasa, Infeksi RSV Bisa Berkembang Cepat, Lindungi Bayi Anda

"Sebetulnya sama dengan gejala influenza A pada umumnya ada demam tinggi, menggigil, sakit kepala, sampai nyeri tenggorokan maupun gejala-gejala pilek," ujar Nastiti dikutip Jumat (2/1).

Nastiti mengatakan H3N2 evolusinya tinggi, mudah menular dan bermutasi serta berpotensi untuk menimbulkan epidemi atau kasus influenza massal.

"Bisa menyebabkan pasien-pasien itu banyak terkena sakit, dan harus di rawat rumah sakit yang menyebabkan gelombang kenaikan kebutuhan alat kesehatan maupun obat-obatan di negara-negara dengan winter yang berat atau yang lama," katanya.

Nastiti menuturkan, berdasarkan laporan kerentanan virus ini meningkat pada orang-orang yang tidak mendapatkan imunisasi influenza.

"Jadi, memang imunisasi influenza masih terbukti berpengaruh baik atau bisa menurunkan resiko pada mereka,” kata Nastiti.

Jenis influenza bisa dideteksi dengan rapid test, dengan pemeriksaan swab, namun untuk mendeteksi H3N2 dengan variannya subclade K harus dilakukan genome sequencing di laboratorium yang canggih seperti saat Covid-19.

Diketahui, subclade K merupakan bentuk baru dari virus Influenza A (H3N2) yang belakangan mendominasi gelombang kasus flu di sejumlah negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Meski otoritas kesehatan dunia menyatakan varian ini tidak secara inheren lebih mematikan, tingkat penularannya yang tinggi membuat lonjakan kasus dan tekanan pada fasilitas kesehatan meningkat pesat.

Menurut data terakhir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hingga saat ini di AS diperkirakan telah terjadi jutaan kasus influenza pada musim ini dan puluhan ribu rawat inap yang sebagian besar terkait H3N2 subclade K.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Dihantam Tarif Impor 35 Persen oleh Meksiko, Disebut Tak Berdampak
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Refleksi Akhir Tahun, Pelindo Santuni 150 Anak Yatim di Makassar
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Restui Swasta Manfaatkan Lumpur Banjir Aceh
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo ke Korban Bencana di Tapsel: Presidenmu Tak Akan Pernah Tinggalkan Saudara Sekalian
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Banyak Seniman Hengkang dari Kennedy Center Gara-Gara Nama Donald Trump
• 14 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.