Presiden Prabowo Subianto mempersilakan siapa pun untuk membantu para korban bencana di Sumatera. Dia memastikan, bantuan tak akan ditolak.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi saat meninjau hunian untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1)
"Juga tolong jangan diartikan kita sombong tidak mau menerima bantuan. Silakan. Kalau yang saya katakan itu, ini kan masalah kemanusiaan. Kalau siapa pun yang mau bantu masa kita tolak? Bodoh sekali kalau kita tolak," ujar Prabowo.
Rakor ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yakni Mendagri Tito Karnavian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Wakil Panglima Tandyo Budi, KSAD Maruli Simanjuntak, Kepala BNPB Suharyanto, Seskab Teddy Indra Wijaya, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria hingga Mensesneg Prasetyo Hadi.
Dia menegaskan, meski bencana Sumatera tak ditetapkan bencana nasional, pemerintah tetap akan serius dalam penanganannya.
"Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita, ya. Jadi jangan salah. Kalau saya mengatakan kita belum mau nyatakan bencana nasional, tidak berarti kita akan tanggung dalam upaya-upaya kita. Kita tidak tanggung-tanggung," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut, pemerintah masih sanggup untuk menangani bencana Sumatera. Prabowo mengeklaim tak segan menggelontorkan anggaran besar.
"Tapi kita masalahnya adalah sebagai pemerintah kita tidak mau mengatakan kita tidak mampu. Karena kita benar-benar mampu. Sekarang saya sudah tadinya diajukan Rp 51 triliun sekian, saya komit Rp 60 triliun," ungkap Prabowo.




