Vila Misterius dan Tuduhan Pencucian Uang Guncang Asosiasi Sepak Bola Argentina Jelang Piala Dunia

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Sepak bola Argentina diliputi kegelisahan menjelang berlaga mempertahankan mahkota juara Piala Dunia mereka pertengahan tahun ini. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini berada dalam pusaran skandal besar yang mencuat menjelang Piala Dunia, melibatkan tudingan pencucian uang, vila misterius, dan aliran dana yang dipertanyakan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Semua bermula pada Maret 2024, ketika mantan bintang Argentina Carlos Tevez mengunggah sebuah cuitan bernada sindiran. Ia mengisyaratkan adanya aktivitas mencurigakan yang melibatkan bendahara AFA, yang disebut-sebut kerap mengunjungi kawasan Pilar di pinggiran Buenos Aires, tempat dugaan penguburan kantong uang dan penyimpanan koleksi mobil antik.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Markas AFA dan Klub-Klub Argentina Digerebek dalam Penyelidikan Pencucian Uang
  • Atletico Vs Inter: Lautaro Martinez Singkirkan Sentimen Timnas Argentina demi Tiga Poin
  • Undian Pastikan Spanyol–Argentina dan Prancis–Inggris Hanya Bertemu di Final Piala Dunia, Asal...

Cuitan itu memantik respons politik. Partai progresif Coalicion Civica kemudian melakukan penelusuran dan mengajukan pengaduan pidana yang berfokus pada sebuah vila mewah di Pilar. Tuduhan ini perlahan berkembang menjadi salah satu skandal terbesar yang mengguncang otoritas sepak bola Argentina.

Menjelang Piala Dunia, vila tersebut ditengarai menjadi bagian dari skema pencucian uang. Tuduhan ini menambah daftar panjang persoalan hukum yang kini membelit AFA, lembaga yang bertanggung jawab atas kompetisi sepak bola di negara juara dunia itu.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada awal Desember, polisi Argentina menggerebek markas AFA serta lebih dari selusin klub sepak bola. Penggerebekan ini merupakan bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang yang menelusuri aliran dana terkait klub dan perusahaan jasa keuangan.

Tiga hari berselang, aparat menyasar vila di Pilar. Di lokasi itu, mereka menemukan helipad, kandang kuda, serta 54 kendaraan, termasuk mobil mewah dan mobil koleksi. Dalam pengaduan pidananya, Coalicion Civica menuding vila tersebut sebagai kedok pencucian uang yang diduga terkait Presiden AFA Claudio “Chiqui” Tapia dan bendaharanya, Pablo Toviggino.

Tekanan terhadap pimpinan AFA kian menguat. Pekan lalu, dalam perkara terpisah, seorang jaksa menuntut Tapia, Toviggino, dan sejumlah petinggi AFA atas dugaan penahanan pajak ilegal senilai 13 juta dolar AS (Rp217 miliar), menyusul laporan dari otoritas pajak Argentina.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Reuters
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkes: Influenza H3N2 Subclade K Masih Terkendali
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Bursa Saham dengan Kinerja Terburuk di Dunia di 2025, Ada Arab Saudi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nurdin Halid: 2026 Momentum Konsolidasi Ekonomi Nasional
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah kirim bantuan ke Sikundo Aceh Barat melalui helikopter
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Aprozi Alam Minta Usut Tuntas Kebakaran Panti Jompo di Manado, Soroti Regulasi dan Keselamatan Lansia
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.