Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan 1.700 paket sembako bagi warga di kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Dari jumlah tersebut, 227 paket disalurkan bagi transmigran di Tanjung Banun, 392 paket bagi transmigran di Rempang Cate dan 1.081 paket bagi transmigran di Sembulang," kata Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menyatakan, bahwa sebenarnya, transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan dan manusia secara utuh dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, katanya, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada 227 kepala keluarga (KK) transmigran yang telah berpindah dan menerima sertipikat hak atas tanah.
Ia menekankan kepastian hukum atas tanah menjadi fokus utama program transmigrasi saat ini, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan beban persoalan agraria.
Baca juga: Kementrans minta izin Presiden alihkan Rp140 M untuk tangani bencana
Selain kepastian hak atas tanah, Kementrans juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia, salah satunya dengan menurunkan Tim Ekspedisi Patriot dari sejumlah kampus nasional untuk melakukan riset, kajian dan pendampingan di kawasan transmigrasi.
“Kami akan menjembatani para transmigran dengan dunia usaha maupun dunia kampus. Dunia kampus sudah dimulai pada tahun ini melalui riset dan pemetaan potensi ekonomi oleh tujuh kampus terbaik di Indonesia,” kata Iftitah.
Ia mengatakan, pihaknya telah mendapatkan 400 hasil dari program tersebut yang akan ditindaklanjuti dan dikembangkan ke depannya.
Selain Ekspedisi Patriot, pihaknya, juga akan menyelenggarakan Beasiswa Patriot mulai 2026 untuk memfasilitasi para penerima beasiswa guna menempuh pendidikan tinggi langsung dari kawasan transmigrasi, salah satunya di Tanjung Banun.
Saat ini, kementerian tersebut tengah membangun Kompleks Mess Patriot di Tanjung Banun yang dilengkapi dengan "modular box tower", kolam renang standar olimpiade, serta gedung serba guna.
Baca juga: Mentrans sebut 50 perusahaan berminat investasi Rp240 triliun
Modular box tower adalah sistem bangunan prefabrikasi inovatif yang menggunakan unit-unit modular berbentuk kotak (box) yang dapat dipindahkan (portable), dibongkar-pasang (knockdown), dan dirakit cepat untuk membentuk berbagai struktur bangunan serbaguna, seperti kantor, asrama, atau mess proyek, dengan keunggulan efisiensi waktu, biaya, dan fleksibilitas lokasi.
“Hari ini, pembangunan transmigrasi kini, bukan lagi lahan semata-mata, tetapi adalah kawasan. Basisnya adalah ekosistem, sehingga negara tidak lagi sekedar memindahkan orang, tetapi membangun sistem ekonomi kawasan,” katanya.
"Dari jumlah tersebut, 227 paket disalurkan bagi transmigran di Tanjung Banun, 392 paket bagi transmigran di Rempang Cate dan 1.081 paket bagi transmigran di Sembulang," kata Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menyatakan, bahwa sebenarnya, transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan pembangunan kawasan dan manusia secara utuh dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, katanya, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada 227 kepala keluarga (KK) transmigran yang telah berpindah dan menerima sertipikat hak atas tanah.
Ia menekankan kepastian hukum atas tanah menjadi fokus utama program transmigrasi saat ini, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan beban persoalan agraria.
Baca juga: Kementrans minta izin Presiden alihkan Rp140 M untuk tangani bencana
Selain kepastian hak atas tanah, Kementrans juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia, salah satunya dengan menurunkan Tim Ekspedisi Patriot dari sejumlah kampus nasional untuk melakukan riset, kajian dan pendampingan di kawasan transmigrasi.
“Kami akan menjembatani para transmigran dengan dunia usaha maupun dunia kampus. Dunia kampus sudah dimulai pada tahun ini melalui riset dan pemetaan potensi ekonomi oleh tujuh kampus terbaik di Indonesia,” kata Iftitah.
Ia mengatakan, pihaknya telah mendapatkan 400 hasil dari program tersebut yang akan ditindaklanjuti dan dikembangkan ke depannya.
Selain Ekspedisi Patriot, pihaknya, juga akan menyelenggarakan Beasiswa Patriot mulai 2026 untuk memfasilitasi para penerima beasiswa guna menempuh pendidikan tinggi langsung dari kawasan transmigrasi, salah satunya di Tanjung Banun.
Saat ini, kementerian tersebut tengah membangun Kompleks Mess Patriot di Tanjung Banun yang dilengkapi dengan "modular box tower", kolam renang standar olimpiade, serta gedung serba guna.
Baca juga: Mentrans sebut 50 perusahaan berminat investasi Rp240 triliun
Modular box tower adalah sistem bangunan prefabrikasi inovatif yang menggunakan unit-unit modular berbentuk kotak (box) yang dapat dipindahkan (portable), dibongkar-pasang (knockdown), dan dirakit cepat untuk membentuk berbagai struktur bangunan serbaguna, seperti kantor, asrama, atau mess proyek, dengan keunggulan efisiensi waktu, biaya, dan fleksibilitas lokasi.
“Hari ini, pembangunan transmigrasi kini, bukan lagi lahan semata-mata, tetapi adalah kawasan. Basisnya adalah ekosistem, sehingga negara tidak lagi sekedar memindahkan orang, tetapi membangun sistem ekonomi kawasan,” katanya.



