Setuju Usul Menhan Sjafrie, Prabowo: Kita Bikin Operasi Besar Saja

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas Kuala usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang fokus utamanya mengeruk sungai-sungai dangkal karena timbunan lumpur di daerah-daerah terdampak bencana.

Selain pengerukan sungai besar-besaran, airnya juga bakal diolah menggunakan teknologi hingga menjadi air bersih.

BACA JUGA: Lampu Hijau dari Presiden Prabowo Membuat Ketum PPPK Kian Menggebu-gebu

Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026), Menhan Sjafrie menjelaskan kepada Presiden Prabowo mengenai strateginya mengeruk sungai-sungai yang alirannya bermuara ke laut.

Menurut Menhan, pengerukan (dredging) dapat membantu mengangkat timbunan lumpur di dasar sungai, sekaligus membawa alat-alat berat agar lebih dekat ke daratan.

BACA JUGA: Pajero Dikuntit Polisi dari Pelabuhan Merak, Ternyata Membawa 50 Kg Sabu-Sabu

"Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, satu adalah pendalaman, satu yang membawa alat berat, sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan, red.), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan," kata Sjafrie kepada Presiden Prabowo saat rapat terbatas itu.

Menhan melanjutkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengenai operasi pengerukan sungai tersebut.

BACA JUGA: Wali Kota Batam Sudah Tahu soal Video Asusila Seorang Kepala Dinas

"Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu. Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat," sambung Menhan.

Presiden Prabowo kemudian menyambut baik usulan Menhan Sjafrie seraya menyampaikan usulan yang sama juga disampaikan beberapa gubernur kepada dirinya. Dia pun menginstruksikan agar Menhan dan TNI koordinasi dengan para gubernur.

"Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari (BUMN-BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum, red.), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini, kan, engineering work skala besar ya," ujar Presiden Prabowo.

Dalam pembicaraan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kemudian melaporkan kepada Presiden untuk memanfaatkan alat-alat yang biasa digunakan penambang-penambang di Bangka Belitung, mengingat mereka terbiasa melakukan dredging.

"Itu daya sedotnya luar biasa, mereka cepat sekali, Pak," kata Mendagri kepada Presiden.

"Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. This is a big...big engineering operation???????. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini," kata Presiden merespons usulan Menhan dan Mendagri.

???????Pada kesempatan sama, Presiden Prabowo juga menekankan kepada jajarannya untuk tidak memusingkan urusan biaya.

Jika anggaran untuk operasi pengerukan itu membutuhkan biaya tambahan, Presiden menyatakan akan menyetujui biayanya.

"Tadinya diajukan Rp 51 triliun sekian, saya commit Rp 60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Enggak ada masalah," ujar Presiden.

Selepas mendapat persetujuan dari Presiden, Menhan lanjut melaporkan langkah yang telah dikerjakan Kementerian Pertahanan dan TNI.

"Setelah saya koordinasi dengan Wakil Panglima dan KASAD, hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala," ucapnya.

Menhan mengatakan Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, pertama untuk melakukan pendalaman sungai, dan satunya terkait pemanfaatan air yang ada di kuala.

"Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," kata Menhan.

Menhan Sjafrie melanjutkan setelah resmi dibentuk hari ini, Satgas Kuala akan mulai bekerja dalam waktu dua pekan ke depan dengan sasaran pertama di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh.(ant/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
100 Anak Muda Dekai Papua Direkrut KKB, Diduga Akibat Pengangguran & Putus Sekolah
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Okupansi Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh di Atas 100 Persen saat Nataru 2026, KAI: Satu Tempat Duduk Bisa Digunakan 2 Orang
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Masih Mendekam di Dalam Penjara, Kondisi Terkini Nikita Mirzani Terungkap, Singgung soal Rasa Bersalah ke Anak
• 5 jam lalugrid.id
thumb
PNBP Kanwil Ditjenim Sulsel Surplus Capaian Hingga 239 Persen
• 3 jam laluharianfajar
thumb
"Big Engineering Operation" Prabowo di Aceh: Sungai Dikeruk, Lumpur Dijual
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.