Penulis: Fityan
TVRINews – Khorly
Ukraina Bantah Targetkan Warga Sipil dalam Insiden Malam Tahun Baru
Ketegangan di wilayah pendudukan Ukraina kembali memuncak setelah serangan pesawat tak berawak (drone) dilaporkan menghantam sebuah kota resor di wilayah Kherson pada malam pergantian tahun 1 Januari 2026.
Pejabat pro-Moskow menyatakan insiden tersebut menelan puluhan korban jiwa, sementara Kyiv dengan tegas membantah telah menargetkan fasilitas non-militer.
Gubernur Kherson yang ditunjuk Rusia, Vladimir Saldo, mengonfirmasi melalui saluran Telegram bahwa tiga unit drone menghantam sebuah kafe dan hotel di kota Khorly, pesisir Laut Hitam.
Menurut Saldo, serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat dan mengakibatkan 24 orang tewas serta sedikitnya 50 orang lainnya luka-luka.
"Salah satu pesawat tak berawak membawa campuran bahan bakar yang memicu kobaran api di tengah perayaan tahun baru," ujar Saldo dalam pernyataan resminya, Kamis 1 Januari 2026.
Tanggapan Militer Ukraina
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak militer Ukraina memberikan klarifikasi melalui kantor berita Interfax Ukraine. Juru bicara Staf Umum Ukraina menegaskan bahwa operasi militer mereka dijalankan dengan presisi tinggi dan hanya menyasar aset strategis Rusia.
"Pasukan Pertahanan Ukraina mematuhi norma-norma hukum humaniter internasional dan menyerang secara eksklusif pada sasaran militer musuh, fasilitas bahan bakar dan energi Federasi Rusia, serta target sah lainnya," ungkap juru bicara tersebut.
Meski tidak merinci insiden di Khorly secara spesifik, Kyiv menyatakan bahwa seluruh daftar serangan resmi selalu dipublikasikan melalui kanal media sosial Staf Umum untuk transparansi.
Eskalasi di Tengah Diplomasi Damai
Insiden berdarah ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sebenarnya mulai menunjukkan titik terang. Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matviyenko, mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan Kyiv hanya akan memperkuat tekad Rusia untuk menuntaskan invasi yang telah berjalan hampir empat tahun tersebut.
Di sisi lain, narasi saling tuduh juga meluas hingga ke isu keamanan pribadi Presiden Vladimir Putin. Moskow mengeklaim telah menembak jatuh drone yang menargetkan salah satu kediaman resmi Putin, namun klaim ini disebut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy sebagai "tipu muslihat" untuk merusak negosiasi damai yang tengah berjalan.
Proses Negosiasi Global
Di panggung internasional, utusan khusus AS Steve Witkoff melaporkan adanya kemajuan dalam diskusi dengan penasihat keamanan dari Inggris, Prancis, dan Jerman. Fokus pembicaraan meliputi penguatan jaminan keamanan dan mekanisme de-eskalasi untuk mengakhiri perang.
Presiden Zelenskyy dalam pidato tahun barunya menyatakan bahwa kesepakatan damai sebenarnya sudah "90% siap." Namun, ia menekankan bahwa 10% sisanya—terkait isu krusial seperti kedaulatan wilayah akan menjadi penentu nasib masa depan Ukraina dan stabilitas Eropa.
Negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, mengonfirmasi bahwa pertemuan lanjutan dengan pejabat Eropa dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu mendatang guna menindaklanjuti kerangka perdamaian tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews




