Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menyusul lonjakan harga saham yang dinilai signifikan dalam waktu singkat. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor sekaligus upaya menjaga stabilitas perdagangan di pasar modal.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) pada tanggal 2 Januari 2026,” ujar P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo.
Sebelum disuspensi, saham NSSS mencatat lonjakan tajam. Pada perdagangan Selasa, 30 Desember, saham ini ditutup menguat 14,91% ke level Rp925. Secara mingguan, kenaikannya mencapai 27,59%, sementara dalam sebulan terakhir melesat hingga 74,53%.
Baca Juga: Efisiensi Biaya, Anabatic (ATIC) Jual Saham Entitas Anak Senilai Rp4,2 Miliar
Tak hanya NSSS, BEI juga memberlakukan penghentian sementara perdagangan terhadap saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO). Saham emiten ini terakhir ditutup melonjak 24,73% ke level Rp464, dengan kenaikan 46,84% dalam sepekan dan melonjak hingga 90,16% dalam sebulan terakhir.
“Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Danny.
Ia pun mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten, agar keputusan investasi dapat diambil secara lebih bijak dan terinformasi.




