Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) setelah sebelumnya dikenakan penghentian sementara.
“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00435/BEI.WAS/12-2025 tanggal 17 Desember 2025 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) dan berdasarkan penilaian Bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Januari 2026,” kata BEI.
Sebelumnya, otoritas bursa mengambil langkah suspensi menyusul lonjakan harga saham NATO yang dinilai signifikan dalam waktu singkat. Sebelum suspensi diberlakukan, saham NATO sempat ditutup melonjak 24,51% dan mencatatkan penguatan 77,62% dalam sebulan terakhir. Namun, setelah suspensi resmi dicabut pada Jumat (2/1/2026), pergerakan saham berbalik terkoreksi 9,49% ke level Rp286.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.676 pada Perdagangan Perdana Tahun 2026
Baca Juga: Bursa Bekukan Sementara Perdagangan Saham NSSS dan RMKO
Selain NATO, BEI juga membuka kembali perdagangan sejumlah saham lain. Saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) ditutup menguat di level Rp1.315, setelah mencatat kenaikan 17,41% dalam sepekan dan melonjak 57,49% secara bulanan. Pada perdagangan pagi ini, saham PKPK kembali melanjutkan penguatan sebesar 3,80% ke posisi Rp1.365.
Sementara itu, saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) juga mencatat kinerja impresif. Sebelum suspensi, saham ini ditutup di level Rp212, dengan lonjakan 20,45% dalam sepekan dan melesat hingga 143,68% secara bulanan. Pada perdagangan terkini, BBRM masih melanjutkan tren positif dengan kenaikan 15,09% ke level Rp244.


