Dalam aturan baru tersebut, seluruh kendaraan diwajibkan memiliki pegangan pintu bagian dalam dan luar yang dilengkapi mekanisme pelepas mekanis. Dengan begitu pintu tetap dapat dibuka meski kendaraan mengalami kerusakan berat atau kehilangan daya listrik, dikutip dari Carscoops.
Ketentuan ini pertama kali terungkap pada pertengahan Desember 2025, ketika Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) memasukkan aturan tersebut ke dalam draf regulasi terbaru. Regulasi ini berlaku untuk kendaraan penumpang dengan bobot di bawah 3,5 ton.
Aturan tersebut disambut positif oleh petugas penyelamat dan tenaga darurat. Selama ini, mereka kerap menghadapi kesulitan saat mengevakuasi korban kecelakaan dari kendaraan listrik modern yang menggunakan handle pintu elektrik tersembunyi. Baca Juga:
Ini Cara Hitung Denda Telat Bayar Pajak Motor
flush door handle menjadi tren desain pada banyak kendaraan listrik modern, termasuk Tesla Model S, BYD Seal, serta model Tesla Model 3 dan Model Y yang menggunakan sistem tombol. Desain ini dianggap mendukung efisiensi aerodinamika sekaligus tampilan futuristis.
Namun, sejak 2024, keluhan terhadap sistem tersebut terus meningkat. Selain berpotensi gagal berfungsi setelah kecelakaan, flush door handle juga dilaporkan bermasalah dalam kondisi cuaca dingin.
Sejumlah kecelakaan besar turut memperkuat urgensi regulasi ini. Pada 13 Oktober, penumpang sebuah mobil di Chengdu dilaporkan meninggal dunia karena saksi tidak dapat membuka pintu kendaraan. Kasus serupa juga terjadi di Tongling, yang menewaskan tiga orang. Laporan Sixth Tone menyebut kedua insiden tersebut melibatkan Xiaomi SU7 Ultra.
Meski produsen sering mengklaim flush door handle meningkatkan efisiensi kendaraan, dampak nyatanya dinilai sangat kecil. Penurunan hambatan udara hanya berkisar 0,005–0,01 pada koefisien drag, yang setara penghematan sekitar 0,6 kWh per 100 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




