Pedagang Kalibata yang Kiosnya Dibakar Matel Diperiksa Polisi, Harap Pengamanan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pedagang kios kuliner di Kalibata yang menjadi korban pembakaran saat kericuhan di depan TMP Kalibata diperiksa Polda Metro Jaya.

Salah satunya, pemilik warung Steak Twogether, Henny Maria, yang dipanggil sebagai saksi korban.

“Iya, kebetulan kita dapat panggilan resmi dari Polda. Jadi untuk melengkapi mungkin proses penyidikan, sama mungkin pemanggilan saksi, dan mungkin laporan kerugian apa segala macam yang kemarin sudah diproses sebelumnya,” ujar Henny sebelum pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/1).

Henny menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut, dirinya diminta menyampaikan detail kerugian hingga kronologi yang diketahuinya terkait peristiwa pembakaran kios.

“Pemeriksaannya mungkin laporan-laporan terkait yang kerugian kita apa saja, sebanyak apa, sebesar apa, lalu mungkin saksi yang diketahui tentang kejadian kebakaran di Kalibata. Itu mungkin kita akan ditanyai lagi sih secara detail, mungkin kurang lebih seperti itu,” katanya.

Ia menyebut, total kerugian yang dialaminya mencapai hampir Rp 100 juta akibat kios yang rusak parah dibakar.

“Ya puluh-puluhan juta sih ya, hampir Rp 100 juta lah kurang lebih,” ucap Henny.

Saat ini, kata dia, warungnya belum bisa kembali beroperasi. Selain karena kerusakan fisik, Henny mengaku masih dihantui rasa takut akibat adanya ancaman yang diterimanya usai kejadian tersebut.

“Sementara belum tahu, kita juga lagi cari cara berusaha buat bangkit. Mudah-mudahan ntar ada jalannya sih,” ujarnya.

Harap Ada Pengamanan

Terkait ancaman yang diterima, Henny mengatakan hal tersebut telah disampaikan kepada polisi dan saat ini mendapatkan pengamanan sementara.

“Oh, untuk ancaman-ancaman ini kita sudah sampaikan juga kepada pihak kepolisian. Kalau saya pribadi ya mengikuti prosedur saja sih,” tuturnya.

“Tindakannya pengamanan sementara. Pengamanan dari kepolisian buat kamilah, korban,” lanjut Henny.

Dalam pemeriksaan ini, Henny berharap kehadirannya dapat membantu pedagang lain yang turut menjadi korban agar mendapatkan perhatian dan pemulihan.

“Membantu kita mendapatkan perhatianlah sama pemulihanlah sebagai pedagang kecil gitu di sini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah kios dan warung yang terdampak mencapai puluhan.

“Yang saya tahu sih laporannya 37 kios, tapi saya kurang tahu berapa-berapanya yang rusak, detailnya kurang tahu juga. Cuma kemarin dapat pemerataan dari Polda kan dapat semua tuh, 37 itu. Kurang lebih 37 kios dan warung,” ucap Henny.

Henny menambahkan, pemeriksaan terhadap para saksi dan korban dilakukan secara bertahap.

“Saksi dan korban kurang lebih katanya ada 15 sampai 20 orang, tapi mungkin hari ini ada dibagi kloternya ada 7-8 orang kalau nggak salah,” ujarnya.

Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan rasa aman bagi para korban yang hingga kini masih diliputi ketakutan.

“Ya tetap ada, tetap ada ketakutan, cuma kita serahkan kepada pihak kepolisian sih yang lebih paham,” kata Henny.

Sebelumnya, kericuhan terjadi di depan TMP Kalibata pada Kamis (11/12). Peristiwa ini terjadi usai dua orang penagih utang atau ‘mata elang’, dikeroyok orang tak dikenal hingga tewas.

Usai pengeroyokan, massa yang diduga sebagai rekan-rekan korban, menggeruduk lokasi yang berada persis di seberang TMP Kalibata. Mereka membakar warung tenda kuliner, termasuk kios bangunan permanen.

Kericuhan ini menyisakan luka bagi pemilik lapak dan warung di lokasi kejadian. Sebab, mereka hanya korban yang tak tahu-menahu permasalahannya.

Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembakaran kios di Kalibata.

“Untuk pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan dan saat ini masih dalam proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat rilis akhir tahun 2025 di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (31/12).

Namun, Iman belum merinci identitas maupun jumlah tersangka yang telah diamankan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Status Pintu Air Pasar Ikan Naik Menjadi Siaga 2, Sejumlah Wilayah Jakarta Utara Diminta Waspada
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Minta Segera Fungsikan Sekolah, Puskesmas dan RS di Lokasi Bencana Sumatera
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Lagi Jumat Ini
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Cak Imin: PKB Dukung Pilkada Melalui DPRD Sejak Era SBY
• 13 menit laluidntimes.com
thumb
Punya Anak Usia Berdekatan, Praktis atau Malah Bikin Kewalahan?
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.