Jakarta, tvOnenews.com - Marc Marquez menunjukkan kekagumannya terhadap Ducati.
Pebalap sembilan kali juara dunia itu terkesan dengan pencapaian Ducati, baik di arena MotoGP maupun di pasar sepeda motor dunia, meski skala perusahaan asal Italia tersebut tidak sebesar pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha.
Setelah membela Honda selama lebih dari satu dekade, Marquez memulai babak baru kariernya bersama Ducati pada 2024 melalui tim Gresini Racing. Penampilannya yang langsung kompetitif bersama tim satelit membuat Ducati tanpa ragu mempromosikannya ke Ducati Lenovo Team, tim pabrikan mereka.
Keputusan itu terbukti tepat. Bersama Ducati Lenovo, Marquez tampil dominan sepanjang MotoGP 2025 dengan meraih banyak kemenangan dan akhirnya kembali merebut gelar juara dunia. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tersebut tidak lepas dari kekuatan tim pabrikan Ducati.
"Saya melakukannya dengan tim yang luar biasa, tim pabrikan Ducati," ujarnya via La Gazzetta dello Sport.
Marquez menilai MotoGP bukan sekadar ajang individual. Meski ia yang mengendarai motor di lintasan, hasil yang diraih merupakan buah kerja kolektif seluruh tim, mulai dari kru di sirkuit hingga para teknisi di markas Ducati di Bologna.
"Kami adalah sebuah tim. Pada akhirnya, memang saya yang mengendarai motor dan melewati garis finis," jelas Marc Marquez.
"Namun, di balik semua itu ada banyak orang, baik di markas di Bologna maupun di lintasan, yang membantu kami mencapai kesuksesan," ungkapnya.
Selama dua musim bekerja sama dengan Ducati, Marquez mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting. Ia melihat bagaimana tim yang relatif lebih kecil secara struktur mampu bersaing dan bahkan mengungguli pabrikan besar berkat dedikasi dan perhatian pada detail.
Menurutnya, kekuatan utama Ducati terletak pada orang-orang di balik layar. Ia menyadari bahwa kehebatan sebuah tim tidak semata ditentukan oleh ukuran perusahaan, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia dan keseriusan dalam menggarap setiap aspek, sekecil apa pun.
"Kehebatan diciptakan oleh orang-orang. Ini penting karena, jika berbicara tentang ukuran perusahaan, ada pabrikan Jepang yang jauh lebih besar. Namun, di Ducati, saya belajar bahwa kehebatan diciptakan oleh manusia, orang-orang, dan detail terkecil," tukas mantan rider Honda tersebut.


